nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Residivis yang Ngaku Kapolsek Pesanggrahan Pernah Tipu Istri Senov Rp45 Juta

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 11:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 28 338 1983913 residivis-yang-ngaku-kapolsek-pesanggrahan-pernah-tipu-istri-senov-rp45-juta-VkOfgSmFr3.jpg Ilustrasi (shutterstock)

JAKARTA – Polisi menangkap pelaku penipuan yang mencatut nama Kapolsek Pesanggrahan. Pelaku Kamarudin yang merupakan seorang residivis kasus sama diketahui juga pernah menipu istri mantan ketua DPR Setya Novanto.

Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Maulana J Karepesina mengatakan bahwa saat menyasar istri Setya Novanto, Kamarudin mengaku dirinya sebagai dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

“Menurut pengakuan pelaku Kamarudin, yang bersangkutan pernah mengaku sebagai dokter RS Medika Permata Hijau dan meminta uang sebesar Rp45 juta dari istri mantan ketua DPR Setya Novanto,” kata Maulana, Rabu (28/11/2018).

“Kemudian uang tersebut ditransfer oleh korban,” lanjutnya.

Setnov diketahui sempat dirawat di RS Medika Permata Hijau usai mobil ditumpanginya menabrak tiang listrik di Jalan Permata Berlian, Jakarta Selatan, pada 17 November 2017. Saat itu, Setnov yang juga ketua umum Golkar sedang diburu KPK karena korupsi e-KTP.

Selain menipu istri Setnov, Kamarudin juga diduga menipu Deni Hariyanto, warga Kebon Manggis, Parung, Ciledug, Tangerang yang anaknya berurusan dengan polisi gara-gara kasus tawuran.

Usai membaca berita di media online bahwa Polsek Pesanggrahan menangani kasus tawuran, Kamarudin lalu menelpon Deni meminta uang Rp15 juta agar bisa membebaskan anaknya yang diamankan penyidik.

Korban kemudian mengirim uang ke rekening BCA diberikan pelaku. Belakangan baru menyadari bahwa sudah jadi korban penipuan setelah mengonfirmasinya ke Polsek Pesanggrahan.

Kamarudin pun ditangkap di Bogor pada Selasa 27 November kemarin. Polisi juga menciduk Agus Erwin yang bersekongkol dengan pelaku.

“Pelaku merupakan residivis dengan modus kasus serupa pada tahun 2013, yang pernah ditangani oleh unit 2 Jatanras Polda Metro Jaya,” ujar Maulana.

“Pelaku sering melaksanakan aksinya, diduga ada beberapa TKP di luar wilkum Polsek Pesanggrahan.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini