Share

Warga Raja Ampat Mulai Resahkan Kelangkaan BBM

Chanry Andrew S, Sindo TV · Rabu 28 November 2018 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 28 340 1983821 warga-raja-ampat-mulai-resahkan-kelangkaan-bbm-jXDHRqaAsn.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

WAISAI - Warga Kota Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat mulai resah dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, Premium dan Pertalite yang sudah mulai terjadi sejak Senin 26 November 2018 lalu.

Pantauan di sejumlah titik pengisian BBM di Waisai sejak kemarin sore, bahan bakar minyak masih belum tersedia. Baik di tiga SPBU maupun para pedagang eceran pinggir jalan di Kota Waisai.

"Saya cari BBM jenis bensin dan Pertalite ini sejak sore sampai malam hari tadi, semua tempat yang saya tahu sebagai tempat jual bensin baik harga subsidi dan non-subsidi semua stok kosong. Padahal saya butuh sekali untuk motor saya," keluh Roy, salah satu warga Waisai kepada Okezone, Rabu (28/11/2018).

Tak hanya Premium dan Petralite, BBM jenis solar, pun ikut-ikutan langka dan sulit ditemui di pasaran. Salah seorang pedagang BBM eceran, Idrus yang sehari-hari mangkal di kawasan Pasar Waisai mengaku, kelangkaan BBM itu terjadi sejak dua hari terakhir.

"Kami saja belum dapat BBM sejak dua hari lalu, semua kosong stok BBM. Tadi saya jual sisa terakhir setengah drum Pertalite dan sekarang sudah habis. Kami tadi cek ke pangkalan katanya mungkin besok atau lusa baru ada BBM lagi yang masuk," ujar Idrus.

Warga khawatir kelangkaan BBM di Kota Waisai bakal terjadi hingga beberapa waktu ke depan, apalagi belum lama ini Polres Raja Ampat sempat mengamankan sebanyak 10 ton BBM jenis bensin dan solar yang ditimbun di beberapa lokasi. Hal ini diduga memicu kemarahan para mafia BBM di Raja Ampat yang kerap memainkan perdagangan bahan bakar bersubsidi di kota wisata tersebut.

SPBU

"Kalau dilihat sih sebenarnya BBM itu ada, tapi pas polisi obrak-abrik lokasi-lokasi penimbunan BBM, kelompok mafia BBM itu marah dan saya duga mereka tahan itu BBM dan tidak diedarkan ke masyarakat," kata salah seorang warga yang enggan disebut identitasnya.

Sementara itu, Kepala Perindagkop Pemda Raja Ampat, Djalali mengungkapkan, kelangkaan BBM di Waisai diduga bisa terjadi akibat lambatnya kapal yang mendistribusikan BBM. Sehingga menimbulkan kelangkaan itu.

โ€œSetelah saya koordinasi dengan pemilik SPBU, memang SPBU yang ada di jalan menuju ke arah pelabuhan itu sudah kosong sejak empat hari yang lalu. Kalau SPBU yang ada di Jalan Yos Sudarso atau biasa disebut daerah 'lembah setan' itu telah terjadi kekosongan sejak dua hari lalu. Mungkin satu atau dua hari kapalnya sudah tiba,โ€ ucap Djalali saat dikonfirmasi terpisah.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini