nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Penembakan Anggota PPS di Sampang, Ternyata Pakai Senpi Pabrikan

Syaiful Islam, Jurnalis · Rabu 28 November 2018 20:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 28 519 1984212 pelaku-penembakan-anggota-pps-di-sampang-ternyata-pakai-senpi-pabrikan-xMelnwjXoQ.jpg Ilustrasi Penembakan (Foto: Okezone)

SURABAYA - Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait senjata api (senpi) apa yang digunakan Idris (30) warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah ketika menembak Subaidi (40), salah satu anggota Panitia Pemungutan Suara atau PPS di Kabupaten Sampang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan bahwa senpi yang dipakai tersangka bukan rakitan, melainkan pabrikan jenis Bareta.

"Kami tidak percaya pada pengakuan tersangka yang menyebutkan senjata rakitan. Ini berdasarkan bukti tembak yang ada," terang Frans Barung Mangera pada wartawan, Rabu (28/11/2018).

Senpi jenis Bareta diketahui merupakan pabrikan dan umum. Ini diketahui dari lubang tembak yang teratur sekali mulai dari masuk dan keluarnya peluru pada bagian pinggul belakang.

"Untuk senpi beserta pelurunya sudah kita amankan. Kita masih memburu orang yang menjual senpi pabrikan ini, pelakunya masih di luar," tandas Barung.

Baca Juga: Begini Kronologi Penembakan Anggota PPS di Sampang

Senjata

Seperti diketahui, salah seorang anggota PPS di Kabupaten Sampang, Subaidi (40), tewas ditembak Idris (30) warga Desa Tamberu Laok, Kecamatan Sokobanah pada 21 November 2018. Korban ditembak pada dada kiri menembus pinggang bawah sebelah kanan.

Tersangka berhasil ditangkap polisi ketika hendak kabur ke Kabupaten Pamekasan, tepatnya di daerah Karang Penang. Motif dari kasus penembakan yang berujung pada tewasnya korban diduga karena persoalan beda dukungan dalam Pilpres 2018.

Polisi akan menjerat tersangka dengan Pasal 340 KUHP jo Pasal 56 ayat 1 ke 1e dan 2e KUHP atau Pasal 338 KUHP jo Pasal 1 ayat 1 UURI Nomor: 12/Drt/1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama lamanya 20 tahun.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini