Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Perempuan Cantik Terobos Hujan Badai demi sang Jagoan Kecil

Taufik Budi , Jurnalis-Selasa, 04 Desember 2018 |00:15 WIB
Cerita Perempuan Cantik Terobos Hujan Badai demi sang Jagoan Kecil
Banjir rendam wilayah Semarang (Foto: Taufik Budi/Okezone)
A
A
A

SEMARANG – Seorang perempuan cantik harus berjuang keras menembus hujan badai yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah agar segera tiba di rumahnya. Tak hanya berhadapan dengan banjir yang memenuhi badan jalan, ia pun harus mewaspadai ancaman pohon tumbang.

“Tantangannya luar biasa tadi sore. Hujan deras dan angin kencang. Lalu ada banjir di beberapa daerah, makanya memang harus sangat hati-hati,” ujar Monica Suci, beberapa saat setelah tiba di rumahnya kawasan Sampangan, Senin (3/12/2018) malam.

Ibu muda itu menceritakan, hujan deras yang mengguyur sejak tadi sore tak kunjung menunjukkan tanda-tanda reda saat hendak pulang kantor. Menjelang pukul 17.00 WIB, Monica kian gelisah karena harus segera menyusui anak semata wayangnya yang menanti di rumah.

Sebelum pulang, dia mengecek kondisi lalu lintas melalui ponsel pintarnya. Apalagi, dirinya harus menempuh perjalanan cukup jauh dari tempat kerjanya di kawasan Purwodinatan Semarang menuju Sampangan Gajahmungkur.

Tak berselang lama, muncul beragam foto dan video yang berisi dahsyatnya hujan badai. Hujan disertai angin kencang terjadi hampir merata di Kota Semarang. Monica akhirnya memutuskan pulang. Ia terpaksa memutar otak untuk mencari jalan alternatif agar secepat mungkin tiba.

Banjir Semarang

Berbeda dari biasanya, ia memilih meninggalkan mobil yang selama ini menemaninya ke tempat kerja. Perempuan berambut sebahu itu memilih nebeng naik sepeda motor bersama rekan kerjanya. Cara itu dianggapnya paling aman untuk mencari jalan alternatif sekaligus menghindari mesin mobil mogok bilamana terjebak banjir.

“Tadi saya terus nebeng motor sama teman. Soalnya takut bawa mobil kalau mogok di jalan bisa tambah repot. Banjir gede, tadi dengar kabar di Jalan dr Cipto yang parah. Pohon tumbang di mana-mana,” keluhnya.

Saat keluar kantor, Monica bersama temannya langsung berhadapan banjir yang merendam Bundaran Bubakan. Hanya kendaraan roda empat beroda besar yang berani melintas di sana. Selebihnya para pemotor harus mendorong kendaraannya karena mogok.

Hujan Badai

Punya pengalaman dengan banjir-banjir yang terjadi sebelumnya, Monica mengarahkan temannya untuk melewati jalan kampung yang dianggap aman dari genangan air. Meski tak bisa memacu kendaraan dengan kencang, namun mereka akhirnya bisa sampai tujuan dengan selamat.

Sepeda motor itu melaju menembus derasnya hujan dan angin kencang. Helm dan mantel menjadi pelindung dari butiran air yang turun dari langit. Sejumlah pengendara lain tampak memilih berteduh di emperan toko ketimbang melanjutkan perjalanan.

Setelah sekira satu jam perjalanan, Monica tiba di halaman rumahnya. Dengan tubuh menggigil perempuan berparas ayu itu lantas melambaikan tangan sembari mengucapkan terima kasih kepada temannya. Dengan berlari kecil, ia bergegas masuk ke rumah yang langsung disambut sang jagoan kecil bersama neneknya.

(Rizka Diputra)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement