nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Eksekusi, OPM Pantau Pekerja Jembatan Selama 3 Bulan

Chanry Andrew S, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 16:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 05 340 1987219 sebelum-eksekusi-kkb-pantau-pekerja-jembatan-selama-3-bulan-MYo4cj17v3.jpg Foto Istimewa

WAMENA - Panglima Daerah Militer Makodap III Ndugama Organisasi Papua Merdeka (OPM) Pimpinan Egianus Kogoya mengaku bertanggungjawab, atas penyerangan yang menewaskan puluhan pekerja jembatan di Distrik Mbua, kabupaten Nduga pada tanggal 1 dan 2 Desember 2018 lalu.

Juru Bicara Kelompok Organisasi Papua Merdeka, Sebby Sambom mengatakan, setelah aksi serangan yang dilakukan kelompok OPM, Panglima Daerah Militer Makodap III Ndugama langsung mengeluarkan pernyataan bertanggungjawab terhadap penyerangan pekerja Jembatan Kali Aworak, Kali Yigi Dan, Pos TNI Distrik Mbua.

Menurut Sebby, pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap puluhan pekerja dan melakukan patroli sebelum eksekusi.

(Baca juga: Wakapolri Pastikan Korban Tewas Pembantaian KKB di Papua Mencapai 22 Orang)

"Lebih dari tiga bulan kami lalukan pamantauan dan patroli terhadap pekerja jembatan Kali Aworak, Kali Yigi dan Pos Mbua. Dan kami sudah secara lengkap mempelajari pekerja di Kali Aworak, Kali Yigi Pos TNI Distrik Mbua adalah satu kesatuan," kata Sebby yang menyampaikan keterangan Egianus Kogoya, dalam keterangannya, Rabu (5/12/2018).

kkb

Kata dia, Pos Mbua adalah pos resmi sebagai pos kontrol dan yang bekerja di Kali Aworak, Kali Yigi adalah murni Anggota TNI.

"Karena kami tahu bahwa yang berkerja selama ini untuk jalan Trans dan jembatan-jembatan yang ada sepanjang Jalan Habema Juguru Kenyam Batas Batu adalah murni Anggota TNI," tuturnya.

(Baca juga: OPM Pimpinan Egianus Kogoya Bertanggung Jawab atas Penembakan Pekerja)

Lanjut dia, sasaran serangan pihak OPM tidak salah dan pihaknya tahu mana pekerja sipil atau tukang biasa dan mana pekerja anggota TNI. Walaupun mereka berpakaian sipil atau preman.

"Kami juga siap bertanggung jawab terhadap penyerangan Pos TNI Distrik Mbua. Yang melakukan perlawanan dan penyerangan adalah TPNPB Makodap III Ndugama bukan Warga Sipil. Kami pimpinan sampai anggota TPNPB Komando Nasional punya kode etik perang revolusi. Kami tidak akan berperang melawan warga sipil yang tidak seimbang dan sepadan," pungkasnya.

penemaka

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini