nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wakapolri Pastikan Korban Tewas Pembantaian KKB di Papua Mencapai 22 Orang

Saldi Hermanto, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 16:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 05 340 1987194 wakapolri-pastikan-korban-tewas-pembantaian-kkb-di-papua-mencapai-22-orang-spy8pYXUuf.jpg Wakapolri, Komjen Ari Dono Sukmanto (Foto: Saldi/Okezone)

TIMIKA - Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat pembantaian pekerja PT Istaka Karya dan penyerangan Pos Yonif 755/Yalet yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, hingga kini sudah terdata berjumlah 22 orang.

22 orang tersebut terdiri dari 21 orang karyawan PT Istaka Karya yang mengerjakan jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak serta satu prajurit TNI atas nama almarhum Serda Handoko, yang tewas saat terjadi penyerangan oleh KKB ke Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua.

"Korban meninggal 21, 22 dengan (satu prajurit) TNI," ujar Wakapolri usai melakukan pertemuan tertutup bersama Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahyanto di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (5/12/2018).

Wakapolri juga memastikan bahwa peristiwa pembantaian terhadap pekerja jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak serta penyerangan Pos Yonif 755/Yalet benar terjadi.

"Intinya peristiwa itu betul, bahwa ada pembantaian terhadap karyawan Istaka yang sedang melaksanakan pekerjaan pembangunan jembatan di kali Kabupaten Nduga," ujar Wakapolri.

(Baca Juga: Helikopter TNI Pengangkut Jenazah Serda Handoko Ditembaki KKB)

Sebelumnya, informasi terkait jumlah korban baik yang meninggal dunia maupun luka-luka karena berhasil selamat dari pembantaian dan penyerangan oleh KKB, yang diduga dipimpin Egianus Kogoya simpang siur. Bahkan beredar informasi yang menyebutkan identitas 24 orang karyawan PT Istaka Karya yang meninggal akibat pembantaian KKB. Ternyata belakangan beberapa korban yang identitasnya ikut ditulis, dalam keadaan selamat dan telah berhasil dievakuasi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini