nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prabowo Geram ke Media Tak Liput Reuni 212, Ini Respons Bamsoet sebagai Eks Wartawan

Muhamad Rizky, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 13:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 06 337 1987577 prabowo-geram-ke-media-tak-liput-reuni-212-ini-respons-bamsoet-sebagai-eks-wartawan-7FvmaajWhe.jpg Prabowo Subianto.

JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) merespons sikap geram Prabowo Subianto terhadap media massa yang dianggapnya tidak objektif dalam pemberitaan Reuni Akbar 212, Minggu 5 Desember 2018. Prabowo juga heran karena ada media yang menuliskan peserta Reuni 212 hanya puluhan ribu, padahal menurutnya ada 11 juta orang yang hadir.

Menurut Bamsoet yang pernah menjadi wartawan, setiap media bebas menentukan arah liputan sesuai dengan visi-misi yang diemban media tersebut.

"Saya hanya bisa menjawab sebagai saya mantan jurnalis. Jurnalis punya kebebasan dan saya mantan pemimpin redaksi bebas menentukan topik apa yang mau diangkat sesuai dengan misi koran atau media yang saya pimpin," Kata Bamsoet, di Gedung DPR RI, Kamis (6/12/2018).

Bamsoet

Terpenting adalah, lanjut Bamsoet, informasi yang diberikan ke masyarakat harus akurat dan mencerdaskan. "Yang penting yang menjadi patokan seorang pemimpin redaksi, redaktur, maupun pemilik media adalah satu, memberikan pendidikan kepada masyarakat. Yang kedua, memberikan informasi yang benar dan tepat. Yang ketiga memiliki misi mencerdaskan bangsa dan menjaga persatuan dan kesatuan," ungkapnya.

(Baca juga: TKN Jokowi Prihatin Sikap Prabowo yang Geram dengan Media Pasca-Reuni 212)

Dalam pidatonya di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Jakarta, Rabu (5/12), Prabowo mengungkapkan kegeramannya terhadap media-media Indonesia karena tidak meliput Reuni 212 di Monas.

Prabowo memprotes media yang tidak menyebutkan bahwa massa yang menurutnya mencapai belasan juta. “Saya kira ini kejadian pertama ada manusia kumpul sebanyak itu tanpa dibiayai siapa pun," protesnya.

"Media-media yang mengatakan dirinya objektif, bertanggung jawab untuk membela demokrasi, padahal justru mereka ikut bertanggung jawab menjadi bagian dari usaha manipulasi demokrasi," kata Prabowo.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini