nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Polisi Tak Tahan Habib Bahar, meski Sudah Ditetapkan Tersangka

Muhamad Rizky, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 11:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 337 1988025 ini-alasan-polisi-tak-tahan-habib-bahar-meski-sudah-ditetapkan-tersangka-Hwjpr5CX14.jpg Habib Bahar bin Smith (Foto : Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA – Polisi tidak menahan pendiri Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar bin Smith, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penetapan itu dilakukan setelah Habib Bahar menjalani pemeriksaan selama 11 jam di Gedung Bareskrim Polri, kemarin.

Kapala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri, Kombes Syahar Diantono mengatakan, alasan penyidik tidak menahan Habib Bahar hal itu berdasarkan pertimbangan dari penyidik.

Hal itu sesuai dengan ketentuan Pasal 21 Undang-Undang No 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menyatakan, perintah penahanan lanjutan dilakukan terhadap seseorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan barang bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak, atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

"Ada tiga hal di situ penyidik meyakini tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatan dan tidak menghilangkan barang bukti. Tentunya penyidik meyakini HBS ini kooperatif dan tidak dilakukan upaya penahanan," ungkapnya.

Meski begitu, kata Syahar, penyidik tetap melanjutkan proses penyidikan tak terkecuali memeriksa saksi-saksi lainnya jika dirasa masih ada yang kurang.

(Baca Juga : Mabes Polri Benarkan Status Tersangka Habib Bahar bin Smith)

"Sementara saat ini pemeriksaan dirasa cukup oleh penyidik. Namun, manakala perkembangan proses penyidikan ada yang harus dilengkapi baik itu pemeriksaan saksi maupun alat bukti lain tentu proses penyidikan dilakukan lagi untuk melengkapi proses berkas perkara," ungkapnya.

Sebelumnya kuasa hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar mengatakan, mubaligh muda itu disangkakan dengan sejumlah pasal yakni Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 45 juncto Pasal 28 Ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan Pasal 207 KUHP.

(Baca Juga : Kuasa Hukum Sebut Habib Bahar Ditetapkan Tersangka Setelah 11 Jam Diperiksa)

Pihak kuasa hukum akan melakukan pembahasan kembali pasca-Habib Bahar menjadi tersangka. "Kita akan diskusi lagi menyikapi status tersangka itu," jelasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini