nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Meninggalnya Pencuri Motor di Polresta Depok Masih Suram

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 02:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 07 338 1987903 kasus-meninggalnya-pencuri-motor-di-polresta-depok-masih-suram-7Lq76DHp1H.jpg Rumah Yulius Lucas Tahapary. (Foto: Wahyu Muntinanto/Okezone)

DEPOK – Kasus meninggalnya tersangka pencurian sepeda motor di Polresta Depok sampai saat ini masih suram dan menyisakan tanda tanya besar. Sejak kasus tersebut terungkap, penyebab tewasnya tersangka pencurian motor bernama Yulius Lucas Tahapary alias Ulis (35) itu belum diketahui.

Pasca-meninggalnya Ulis pada Rabu 14 November 2018, sang istri Reni Agustina mengatakan bahwa suaminya tewas bukan di ruang tahanan, melainkan ruang penyidik Satreskrim Polresta Depok. Melihat luka lebam hampir di sekujur tubuh, Reni menduga ayah dua anak itu dianiaya sampai meregang nyawa.

Namun, pihak Polresta Depok langsung membantah kabar tersebut. Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, tersangka Ulis meninggal di dalam tahanan karena dikeroyok sesama tahanan.

(Baca juga: Tersangka Maling Motor Ditemukan Meninggal di Ruang Penyidik Polresta Depok)

Hari terus berganti namun kabar kematian pencuri motor itu belum juga terungkap dan masih menjadi misteri. Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto pun bungkam ketika wartawan menanyakan perkembangan kasus kematian tahanan di Polresta Depok.

Terkait hal itu, Ombudsman Jakarta Raya langsung menjemput bola. Mereka terjun langsung mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

Kepala Ombudsman Jakarta Raya Teguh P Nugroho mengatakan, pemeriksaan sudah dilakukan oleh pihaknya sejak Selasa 4 Desember 2018. Di tahap awal ini sejumlah penyidik yang mengurus korban dan penjaga tahanan diperiksa.

"Betul, sudah melakukan pemeriksaan terhadap penyidik dan penjaga tahanan. Ada lima lebih yang diperiksa, saya kurang tahu pasti, ada tim yang menangani. Nanti ada ada pemeriksaan lagi," ucap Teguh saat dihubungi wartawan, Kamis (6/12/2018).

Pada pemeriksaan yang sudah dilakukan oleh Ombudsman, Teguh menuturkan sudah mengantongi sejumlah temuan. Terkait hasilnya, dirinya belum bisa membuka kepada masyarakat, sebab masih ada pemerikasan lanjutan yang dilakukan.

"Kami menemukan beberapa hal terkait meninggalnya yang bersangkutan. Terkait dengan hasilnya akan kita sampaikan setelah keseluruhan pemeriksaan selesai," jelasnya.

(Baca juga: Maling Motor Tewas di Polresta Depok, Ombudsman Sarankan Pihak Keluarga Melapor)

Nantinya sebelum dipublikasikan kepada publik, tentunya akan dikonfrontasi terlebih dahulu kepada

Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya yang terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap kasus kematian tahanan di Polresta Depok.

"Jadi, hasil pemeriksaan Ombudsman akan dikonfrontasi dengan Propam Polda dan Irwasda. Kami akan lakukan pertemuan dengan Propam dan Irwasda, karena mereka sudah melakukan pemeriksaan lebih dulu. Irwasda dan Propam sudah keluar rekomendasi," jelasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini