nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tersangka Maling Motor Ditemukan Meninggal di Ruang Penyidik Polresta Depok

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 16:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 15 338 1978293 tersangka-maling-motor-ditemukan-meninggal-di-ruang-penyidik-polresta-depok-jrHqaH9961.jpg Keluarga tersangka (Foto: Wahyu Muntinanto/Okezone)

DEPOK - Isak tangis dan suasana haru nampak dirasakan keluarga Yulius Lucas Tahapary alis Ulis (35). Air mata sang istri Reni Agustina (28) pun langsung mengalir membasahi pipi setelah setelah suaminya Yulius Lucas Tahapary ditemukan tewas di ruang penyidik Polresta Depok.

Di rumah duka jalan swadaya III RT05/RW21 Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, Reni bercerita jika suaminya meninggal di Polresta Depok dalam keadaan tidak wajar dengan luka lebam hampir diseluruh tubuh.

Dirinya menuturkan luka-luka itu diketahui dirinya saat berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjemput jenazah ayah dengan dua anak yang sudah terbujur kaku.

"Saya enggak terima suami saya meninggal di ruang penyidik dalam keadaan enggak wajar, suami saya meninggal dengan luka dalam di pinggang kanan belakang, dada kanan kiri, tangan kanan kiri dan kaki," ucapnya sambil menangis di rumah duka Kamis (15/11/2018).

Baca Juga: Pelaku Curanmor di Depok Nyaris di Bakar Massa

Dengan bibir bergetar, dia mengaku banyaknya luka lebam di tubuh jenazah membuat pihak keluarga curiga, diduga sebelum meninggal Yulius Lucas dianiaya anggota kepolisian saat berada di Polresta Depok. Meninggalnya Yulius Lucas diketahui usai ditangkap 3 hari lalu kasus maling motor di jalan Juanda, Depok.

"Saya tahu dari polisi suami saya ditangkap polisi karena kasus pencurian bermotor hari Senin (12/11/2018) dan meninggal Rabu (13/11/2018). Kata polisi meninggalnya rabu siang jam 12.00 WIB dan saya dikabari jam16.00 WIB," imbunya.

Maling Motor

Sebagai seorang istri, Reni pun merasa terkejut paska penangkapan suaminya, dirinya belum berkomunikasi sekali pun hingga dikabarkan sang suami terbujur kaku di RS Polri. "Saya ketemu suami setelah ditanggkap sampai sekarang sudah tak bernyawa," ujarnya.

Hingga saat ini pihak keluarga menuntut kepada pihak kepolisian agar bertanggung jawab terkait kematian Yulius Lucas, ia ingin pemnyebab kematian korban dijelaskan secara terbuka kepada korban, pasalnya pihak keluarga belum mengetahui pemyebab kematian Yulius Lucas.

"Kami mau polisi terbuka jangan ada yang ditutupi sekarang saya sebagi istri saja tidak tahu kena suami saya meninggal dengan cara enggak wajar di kantor polisi," pungkasnya.

Sebelumnya, Satuan Reserse kriminal Polresta Depok bersama Polsek Sukmajaya, berhasil membekuk seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor yang aksinya sempat terekam kamera pengawas. Pelaku menggasak motor korban yang terparkir di sebuah ruko di Jalan Tole Iskandar, Kecamatan Sukmajaya pada tanggal 15 Agustus 2018 lalu. Pelaku ditangkap di pinggir jalan Ir.H.Juanda, kecamatan Sukmajaya, Senin 12 November 2018.

Pelaku pencurian kendaraan bermotor adalah Yulius Lucas Tahapary alias Ulis (35), warga Kampung Sugutamu, Kecamatan Sukmajaya. Pelaku mengaku baru kali ini melakukan aksi pencurian, lantaran membutuhkan uang. “ Udah sempat saya jual seharga Rp 2,8 juta rupiah,” ucap Ulis saat digiring ke ruang resmob Polresta Depok, Selasa 13 November 2018.

Kasat reskrim Polresta Depok, Kompol Deddy Kurniawan mengatakan pihaknya berhasil menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor itu atas dasar rekaman CCTV yang terpasang di depan ruko. “ Jadi dia sempat observasi, dan melihat motor korban terparkir tapi kuncinya masih terpasang disana,” pungkasnya.

Baca Juga: Mau Kabur saat Diringkus, Maling Motor Dihadiahi Timah Panas Polisi

Deddy mengaku modus yang dilakukan pelaku terbilang unik. “ Jadi pelaku menggunakan kendaraan setelah itu melihat ada kendaraan yang diparkir dan pemiliknya lalai akhirnya pelaku mengambil motor tersebut tetapi pelaku juga meninggalkan kendaraannya di sekitar tkp tersebut,” kata Deddy.

Polisi menduga aksi pelaku tidak hanya kali ini saja, dan langsung melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan satu unit sepeda motor matic milik pelaku yang ditinggalkan di sekitar tkp. Pelaku pun dijerat pasal 362 dan 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini