Habib Bahar Tersangka, TKN Jokowi-Ma'ruf: Tak Ada yang Kebal Hukum di Republik Ini

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 10:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 07 605 1987994 habib-bahar-tersangka-tkn-jokowi-ma-ruf-tak-ada-yang-kebal-hukum-di-republik-ini-60DnOmJbcW.jpg Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Sekaligus Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq (foto: Okezone)

JAKARTA - Habib Bahar bin Smith telah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Lalu bagaimana respon kubu Jokowi-Ma’ruf?

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ahmad Rofiq menyatakan jika menyambut baik adanya kabar tersebut. Dimana keadilan harus berdiri tegak tanpa harus melihat siapa dan dari mana.

“Karena hukum berlaku bagi siapapun tanpa terkecuali,” ujar Rofiq kepada Okezone, Jumat (7/12/2018).

(Baca Juga: Ceramah Penuh Cacian Tak Sepatutnya Disampaikan Orang yang Mengaku Keturunan Rasul) 

Habib Bahar bin Smith Penuhi Panggilan Bareskrim

Diketahui Habib Bahar menjadi perhatian usia ceramahnya yang menyebut Jokowi ‘Banci’. Sekjen Partai Perindo inipun menilai kekerasan kata-kata lebih berbahaya dibandingkan dengan kekerasan fisik.

“Dengan kata-kata semua rasa persatuan dan kesatuan bisa terbelah kapan pun, bisa memecah belah umat dan merusak kebhinekaan,” terang dia.

Dengan kata lain, sambung Rofiq, setiap masyarakat sekarang harus berhati-hati baik berkata ataupun bersikap. Sebab di negara Indonesia ini tak ada yang memiliki kebal hukum.

“Tidak ada yang kebal hukum di republik ini. Maka semua harus menjaga dan bermawas diri,” tukas Rofiq.

Penetapan status ini diungkapkan oleh salah satu kuasa hukum Habib Bahar, Azis Yanuar, usai kliennya menjalani pemeriksaan selama hampir 11 jam. Namun Habib Bahar belum ditahan oleh pihak Kepolisian.

(Baca Juga: Dianggap Lebay karena Lebih Milih Membusuk di Penjara ketimbang Minta Maaf, Ini Respons Habib Bahar) 

"Tadi Habib sudah duluan karena ada keperluan. Alhamdulillah belum (ditahan)," ujar Azis di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 6 Desember 2018.

Penyidik menetapkan tersangka Habib Bahar dengan sejumlah pasal. Di antaranya adalah Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf (a) ke-2 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 45 juncto Pasal 28 Ayat (2) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), dan Pasal 207 KUHP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini