nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Korban Tewas Dibawa KKB Papua ke Pegunungan, Pengejaran Terus Dilakukan

Taufik Budi, Jurnalis · Senin 10 Desember 2018 00:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 10 337 1988971 5-korban-tewas-dibawa-kkb-papua-ke-pegunungan-pengejaran-terus-dilakukan-Evj6VP4VL6.jpg Evakuasi korban tewas dibunuh KKB Papua. (Foto: Kodam Cenderawasih)

SEMARANG – Petugas gabungan TNI-Polri terus melakukan pengejaran terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Sebanyak lima korban tewas yang merupakan karyawan PT Istaka Karya juga dikabarkan dibawa kelompok separatis itu ke pegunungan.

“TNI-Polri di bawah pimpinan Pangdam dan Kapolda Papua sedang fokus mencari lima orang yang diduga tewas akibat penembakan, yaitu lima pekerja karyawan Istaka Karya. Yang lain sudah dapat dievakuasi,” kata Kadiv Humas Polri, Brigjen Pol M. Iqbal, di Semarang, Minggu (9/12/2018).

Dia memastikan, TNI-Polri berkomitmen mencari jenazah kelima korban hingga ditemukan. Selain itu petugas juga akan terus mengejar KKB hingga ke tempat persembunyian terakhir untuk digiring ke meja hukum mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(Baca juga: Ini Ulah KKB Papua Sebelum Bantai Para Pekerja)

“Dari berbagai keterangan saksi yang masih hidup, lima orang diduga tewas itu memang dibawa ke pegunungan. Kita akan cari sampai ketemu. Ini adalah tekad kami sebagai petugas negara,” tegasnya.

M. Iqbal

Sebelumnya diberitakan, TNI-Polri telah mengevakuasi 16 jenazah korban pembantaian KKB di Distrik Yigi, Nduga. Semua jenazah itu telah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing melalui Timika pada Jumat 7 Desember 2018.

Dari data kepolisian setempat, total 28 orang pekerja jembatan dari PT Istaka Karya mendapat kekerasan di Distrik Yigi, Nduga. Sebanyak 19 orang meninggal dunia, 17 telah ditemukan, tujuh orang selamat, dua jenazah belum ditemukan, dua orang diduga selamat dan masih dalam pencarian.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja jembatan di Distrik Yigi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini