nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemkab Sleman Akan Cek Izin Homestay yang Dipakai untuk Pesta Seks

Kuntadi, Jurnalis · Minggu 16 Desember 2018 16:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 16 510 1992031 pemkab-sleman-akan-cek-izin-homestay-yang-dipakai-untuk-pesta-seks-jNUO8P5uDg.jpeg Homestay pesta seks (KR Jogja)

SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman akan melakukan evaluasi terhadap homestay yang dipakai untuk pesta seks di Condongcatur, Depok Sleman pada 11 Desember 2018. Hal ini terkait dengan perizinan homestay tersebut.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan, saat ini belum diketahui apakah homestay tersebut mengantongi perizinan atau tidak. Pasalnya, Pemkab akan memberikan sanksi kepada pemilik dan pengelolanya bila tidak ada perizinan.

 Baca juga: Ini Homestay Tempat Pesta Seks di Yogyakarta

“Kita sedang lakukan evaluasi di lapangan,” jelasnya disela peresmian balai desa Caturtunggal, Sleman, Sabtu (15/12/2018).

 https://img-z.okeinfo.net/content/2018/12/14/510/1991168/ini-homestay-tempat-pesta-seks-di-yogyakarta-33UT45Mc1L.jpeg

Dirinya mengatakan, bila mempunyai izin, dimungkinkan akan dicabut. Sedangkan, bila tidak berizin, lanjutnya, maka sanksi yang diberikan akan lebih berat lagi.

Sesuai perda yang ada, semua unit usaha yang dijalankan di masyarakat harus meliki perizinan. Apalagi keberadaan hotel, penginapan dan juga homestay di Sleman jumlahnya ratusan bahkan malah ribuan.

 Baca juga: Sultan HB X Sedih dan Malu Ada Pesta Seks di Yogyakarta

“Jika pengelola terbukti diam untuk kegiatan itu, kita akan tutup,” jelasnya.

Langkah tegas tersebut akan dilakukan untuk memberikan efek jera bagi pemilik unit usaha yang lain. Para pengelola dan pemilik harus menjaga iklim suasana yang kondusif. Dalam menerima tamu atau pelanggan harus lebih selektif agar tidak disalahkan penggunaannya.

"Kita minta pemilik penginapan, hotel ataupun homestay juga proaktif. Jangan sampai kejadian memalukan itu terjadi lagi," tuturnya.

 Baca juga: Tersangka Pesta Seks Yogya Juga Biarkan Istrinya Disetubuhi Pria Lain

Pemkab Sleman, juga meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus pesta seks tersebut. Para pihak yang terlibat di dalamnya harus diberikan sanksi yang tegas, langkah ini perlu dilakukan agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali.

Di sisi lain, Sri Purnomo juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam melakukan pengawasan. Jika di sekitar tempat tinggal ada kegiatan yang mencurigakan agar dilaporkan kepada pihak berwajib. Langkah ini akan lebih efektif untuk mengantisipasi kegiatan negatif akan muncul.

“Masyarakat bisa menjadi filter pertama terkait ancaman dari hal-hal yang bersifat negatif,” terangnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini