nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktivitas Kegempaan Gunung Bukit Kaba di Bengkulu Bertambah

Demon Fajri, Jurnalis · Selasa 25 Desember 2018 11:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 25 340 1995692 aktivitas-kegempaan-gunung-bukit-kaba-di-bengkulu-bertambah-Yu7mmBJRZJ.JPG Gunung Bukit Kabar (Foto: Demon Fajri)

BENGKULU - Aktivitas Gunung Bukit Kaba, di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu masih berstatus level I atau normal. Namun, gunung api dengan tinggi sekira 1.938 Mdpl tersebut mengalami perubahan data aktvitas kegempaan setiap hari.

Hal tersebut disebabkan adanya pengaruh curah hujan yang cukup tinggi di puncak gunung dengan ketinggian sekira 6.358 kaki itu. Sehingga, menyebabkan volume air danau kawah bertambah. Hal tersebut dapat menyebabkan munculnya gempa-gempa low frekuensi.

''Curah hujan di puncak cukup tinggi menyebabkan volume air danau kawah bertambah. Status Gunung Bukit Kaba masih di level 1 atau normal,'' kata Pengamat Gunung Api Bukit Kaba, Sigit Widiyanto, ketika dikonfirmasi Okezone, Selasa (25/12/2018).

(Baca Juga: Kata Ahli soal Tsunami di Banten Akibat Longsoran Gunung Anak Krakatau)

Gunung Bukit Kaba

Sigit menghitung, saat musim kemarau aktivitas kegempaan di Bukit Kaba terjadi sebanyak 5 kali per hari dengan kekuatan masih di bawah 0-1 skala sichter (SR). Sementara, saat musim penghujan aktivitas kegempaan Gunung Bukit Kaba, terjadi sebanyak 10 hingga kali gempa. Meskipun demikian, besaran gempa masih tergolong normal, dari 0 SR hingga 1 SR.

''Saat musim kemarau gempa ini sangat jarang sekali terjadi. Musim kemarau rata-rata di bawah 5 kali, di musim penghujan rata-rata 10 sampai 15 per hari,'' terang Sigit.

(Baca Juga: Tsunami Selat Sunda: Dalam Ketakutan, Warga Mulai Membongkar-bongkar Puing Mencari Korban

Meskipun adanya perubahan aktivitas kegempaan, sambung Sigit, jalur pendakian ke Gunung Bukit Kaba masih terbuka untuk umum. Baik pendaki yang ingin mendirikan tenda maupun hiking. Namun, pihaknya mengimbau agar para pendaki yang ingin melakukan pendakian tetap waspada. Terlebih, saat ini sudah memasuki musim penghujan.

''Sampai saat ini untuk pendakian tidak ada larangan. Masih terbuka untuk umum,'' pungkas Sigit.

(Baca Juga: 20 Gunung Api Berstatus di Atas Normal, Wisatawan Diminta Waspada)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini