nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perdaya Pasien, Modus Baru Pengedar Dapatkan Psikotropika dari Klinik

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 22:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 28 510 1997261 perdaya-pasien-modus-baru-pengedar-dapatkan-psikotropika-dari-klinik-dgFgIs5aIa.jpg Polisi merilis hasil penangkapan pengedar psikotropika (Foto: Kuntadi)

KULONPROGO – Satresnarkoba Polres Kulonprogo mengamankan dua orang pengedar psikotropika di wilayah Kulonprogo. Pelaku memperdayai pasien yang tengah sakit dan berobat di sejumlah klinik.

Mereka diminta untuk mengeluh tidak bisa tidur dan minta obat penenang untuk kemudian dibeli dan diberikan imbalan.

“Ada dua tersangka yang kita amankan, dengan barang bukti puluhan butir psikotropika,” ujar AKP Munarso, Kasat Reskrim Polres Kulonprogo di Mapolres Kulonprogo, Jumat (28/12/2018).

(Baca Juga: Eks Wakil Ketua DPRD Bali Terpidana Kasus Narkoba Meninggal Dunia)

Dua tersangka yang diamankan adalah Zas (38) warga Trimurti, Srandakan Bantul dan Sam (25) warga Jogoyoboyo, Kecamatan Purwodadi, Purworejo. Zas ditangkap di Jalan Daendels di wilayah Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, Kulonprogo pada akhir pekan lalu.

Ilustrasi

Dari tangannya petugas menyita 20 butir pil alprazolam dan 29 butir pil eltrazolam. Sedangkan Sam ditangkap di Jalan Tentara Pelajar Beji, Wates dengan barang bukti 12 butir pil alprazolam.

Untuk mendapatkan obat-obat itu, Zas dengan mengantre sebagai pasien di sejumlah klinik. Ia mengeluhkan sulit tidur agar diberikan resep dan obat penenang. Selama antre ini, dia juga berkenalan dengan sejumlah pasien untuk dititipi obat dengan berpura-pura sulit tidur.

Kepada pasien ini, tersangka memberikan uang, rokok dan atau bensin, dan menukar obat-obatan psikotropika. “Obat ini, dibeli dari para pasien yang antre di klinik, dan obatnya dikumpulkan untuk dijual kembali,” jelasnya.

(Baca Juga: Ekstasi Berbentuk Panda Beredar di Makassar Jelang Tahun Baru)

Sedangkan Sam ditangkap setelah petugas setelah mendapatkan informasi jika Sam merupakan pengedar. Saat ditangkap, ia kedapatan membawa dan menyimpan obat-obatan terlarang yang belum sempat dijual.

“Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 62 dan Pasal 60 Ayat (2) Undang-Undang RI No.5/1997 tentang Psikotropika. Ancaman lima tahun penjara,” tuturnya.

Sementara Zas mengaku, awalnya dia ikut antre dengan sejumlah pasien. Dari antre inilah dia berkenalan dengan sejumlah pasien dan meminta nomor handphone-nya. Dari situlah, ia kerap meminta tolong para pasien untuk berobat ke klinik dengan keluhan tidak bisa tidur.

Begitu mendapatkan obat yang diperlukan, akan diganti dan pasien yang antre akan diberikan imbalan. “Mereka yang antre, saya minta obatnya dengan imbalan,” pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini