Tati hanya bisa terus berdoa agar menemukan daratan. Setelah air mulai surut, ia kemudian melihat ada lampu sepeda motor dan langsung menghampirinya. Akhirnya ia langsung menuju bukit bersama warga lainnya.
"Ketika saya sudah dibukit, ternyata banyak juga yang selamat," ungkapnya.

Tati menjelaskan, jika dirinya sama sekali tidak memikirkan rasa sakit yang dideritanya. Ia bahkan tidak memikirkan barang-barang pribadi miliknya yang tertinggal di resort, yang hilang terhempas gelombang air. Dirinya juga terpisah dengan rombongan keluarga lain.
Pada Minggu pagi, 23 Desember. Tati beserta semua orang yang ada dibukit langsung turun ke bawah dan menemukan sebuah perkampungan. Merekapun ditawari makan dan mandi. Bahkan, warga sekitar juga membantu mengobati luka para korban.