nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bonsai Berusia 400 Tahun Dicuri, Pemilik Kirim Pesan untuk Malingnya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 14:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 12 18 2016816 bonsai-berusia-400-tahun-dicuri-pemilik-kirim-pesan-untuk-malingnya-yhTfwSpyQn.jpg Salah satu bonsai milik suami istri Iimura yang dicuri dari rumah mereka. (Foto: Facebook/Seiji Iimura)

TOKYO – Seorang pemilik bonsai di Jepang mengirimkan pesan kepada pencuri yang masuk ke rumahnya dan mencuri koleksi bonsainya yang indah dan bernilai tinggi. Fuyumi Iimura berpesan agar para pencuri menyiram bonsai-bonsai tersebut.

Diwartakan CNN, selama beberapa malam, sekelompok pencuri bonsai-bonsai terbaik dari koleksi Iimura. Di antara bonsai yang digondol oleh para pencuri, terdapat beberapa bonsai yang dianggap bonsai terindah yang pernah ada.

Dalam posting di Facebook, Iimura mengatakan bahwa kehilangan bonsai-bonsai tersebut seperti kehilangan seorang anak dan hal yang lebih buruk adalah jika bonsai-bonsai berusia ratusan tahun itu layu dan rusak karena tidak dirawat dengan baik.

"Saya ingin siapa pun yang mengambil bonsai untuk memastikan mereka disiram. Shimpaku hidup selama 400 tahun. Butuh perawatan dan tidak bisa bertahan sepekan tanpa air," kata Iimura dalam post di Facebook. Shimpaku merujuk pada nama bonsai pohon jintannya yang dicuri.

"Mereka bisa hidup selamanya - bahkan setelah kita pergi, jika mereka menerima perawatan yang tepat."

Menurut CNN, para pencuri bonsai tersebut tahu persis apa yang mereka incar, karena dari tujuh bonsai yang mereka gondol adalah bonsai-bonsai paling berharga dari koleksi Iimura.

Suami Iimura, Seiji adalah generasi kelima master perajin bonsai yang keluarganya telah merawat bonsai sejak zaman Edo, Jepang yang berakhir pada 1868.

Bonsai Shimpaku yang dicuri adalah salah satu bonsai favorit Iimura, bonsai berusia 400 tahun dengan garis-garis pohon yang indah.

Secara total, bonsai-bonsai itu bernilai sekira USD118.000 (sekira Rp1,65 miliar), namun bisa bernilai lebih mahal di pasar gelap.

"Kami memperlakukan pohon mini ini seperti anak-anak kami," kata Iimura. "Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan bagaimana perasaan kita. Ini seperti memiliki anggota tubuh Anda dipotong," katanya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini