Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tantang Jokowi Donor Mata ke Novel Baswedan, Andi Arief Dianggap Lagi Mengigau

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Senin, 31 Desember 2018 |23:47 WIB
Tantang Jokowi Donor Mata ke Novel Baswedan, Andi Arief Dianggap Lagi Mengigau
Novel Baswedan (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Cuitan Politikus Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter-nya @AndiArief_ menimbulkan kegaduhan baru. Ia menyinggung Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal penegakan Hak Asasi Manusia (HAM).

Cuitan pedas yang dilontarkan Andi Arief itu terkait dengan penanganan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan yang tak kunjung tuntas. Namun, ia heran karena masih ada yang membicarakan soal kasus HAM masa lalu.

Ia menilai kalau Presiden Joko Widodo (Jokowi) mau memberikan sebelah matanya pada Novel Baswedan. Barulah membicarakan soal kasus penculikan dan pembunuhan masa lalu.

(Baca Juga: Kapolda Metro Akui Kasus Novel Utang yang Belum Lunas)

Pernyataan yang dilontarkan Andi Arief menuai beragam reaksi. Misalnya, Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 Willy Prakarsa yang merasa geram dengan pernyataan politisi koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu.

Novel Baswedan

Ia menganjurkan Andi Arief menyerahkan matanya sendiri ke penyidik senior KPK Novel Baswedan. "Donor mata buat NB (Novel Baswedan) ada baiknya Andi Arief yang berikan matanya duluan. Hati-hati jangan offside," kata Willy di Jakarta, Senin (31/12/2018).

Komentar Andi Arief agar Presiden Jokowi menyerahkan matanya ke Novel Baswedan merupakan sesuatu yang salah kaprah. Sebab, bila memang tak merasa puas dengan penegakan hukum, harusnya berjuangan melalui jalur konstitusi.

"Harusnya Andi Arief sebagai seorang aktivis itu tanya ke Prabowo bagaimana soal kasus pencurian aktivis 98. Bukan ngasal bicara kayak comberan," tuturnya.

(Baca Juga: Komnas HAM: Kami Sudah Minta Keterangan Jenderal yang Diduga Terlibat Penyerangan Novel Baswedan)

Andi Arief

Willy mengajak masyarakat untuk waspada dan teliti dalam memahami kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan karena rawan dipolitisir. Apalagi, oleh kubu kontra petahana.

"Selalu semua hal-hal dikait-kaitkan dengan Jokowi. Padahal, masing-masing instansi sudah memiliki tugas yang diembankan. Jadi, Andi Arief ini jangan-jangan lagi mengigau saat ucap kritik," tutupnya.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement