Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

TNI AD Dinilai Lebih Efektif Dalam Menumpas Kelompok Teroris Ali Kalora Cs

Fadel Prayoga , Jurnalis-Rabu, 02 Januari 2019 |06:29 WIB
 TNI AD Dinilai Lebih Efektif Dalam Menumpas Kelompok Teroris Ali Kalora Cs
Foto Ilustrasi Okezone
A
A
A

JAKARTA – Mantan narapidana terorisme, Sofyan Tsauri mengatakan, negara harus melibatkan TNI AD dalam memburu kelompok teroris Ali Kalora CS di hutan yang berlokasi di Poso dan Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebab, pola penyerangan yang digunakan para mantan anak buah Santoso itu menggunakan sistem gerilya, sehingga mesti dilawan dengan cara serupa dan tepat sasaran.

“Ini kan pola gerilya, maka counternya gerilya. Saya rasa marka darat sudah punya semua itu, kalau serius pasti selesai,” Kata Sofyan kepada Okezone, Rabu (2/1/2019).

 ter

Apabila dalam perburuan Ali Kalora CS, TNI AD juga dilibatkan, kata dia, maka kelompok separatis itu diperkirakan dalam waktu singkat akan menyerah. Menurutnya, untuk melanjutkan Operasi Tinombala di Poso maka kepolisian harus kembali meminta bantuan TNI agar operasi lebih efektif, karena wilayahnya berada di hutan.

“Misalnya ya harus yang ahli. Urusan hutan ini kan urusannya marka AD, saya rasa kalau kita mau serius, selesai itu dengan menurunkan satu pleton,” imbuh dia.

 (Baca juga: Empat Peleton Polisi Diterjunkan Buru Kelompok Teroris Ali Kalora Cs)

Menurut dia, Ali Kalora CS itu merupakan pasukan terlatih di medan perang. Karena itu, aparat kepolisian membutuhkan bantuan dari tentara dalam mencari keberadaan mereka. Kata dia, pendidikan perang di dalam hutan pasti lebih dimiliki anggota TNI ketimbang polisi.

“Saya rasa (Ali Kalora CS) sudah 7 tahun di hutan sudah hafal banget. Sedangkan anggota itu kan ganti-ganti, tentara palingan setahun. Kalau brimob paling 6 bulan,” ujarnya.

 (Baca juga: Kondisi 2 Polisi Korban Penembakan Eks Anak Buah Santoso Mulai Stabil)

Sofyan menambahkan, kepolisian bisa membantu TNI dengan cara melakukan upaya persuasif kepada kelompok tersebut agar mau turun dari tempat persembunyiannya. Hal itu bertujuan untuk meminimalisir terjadinya pertumpahan darah di sana.

“Tetap mengimbau agar mereka turun, baik dengan pendekatan persuasif, atau dengan yang represif,” jelasnya.

 ter

Seperti diketahui, Jajaran Mabes Polri menerjunkan empat Satuan Setingkat Peleton (SST) untuk memburu kelompok teroris Ali Kalora mantan anak buah Santoso. Empat SST tersebut berasal dari dua peleton Brimob, satu peleton Poso, dan satu lagi dari Palu.

"Telah di tugaskan dua SST Brimob, satu SST dari Poso dan satu SST dari Palu untuk back up Polres Parimo dalam melakukan pengejaran (kelompok Ali Kalora)," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo kepada Okezone, kemarin.

(Awaludin)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement