nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lomba Unik di Jember, Namanya Karapan Marmut

Bambang Sugiarto, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 06:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 04 519 1999724 lomba-unik-di-jember-namanya-karapan-marmut-oqhHJKzNT0.jpg (Foto: AFP)

JEMBER - Karapan sapi di Madura mungkin sering kita lihat dan tonton. Namun bagaimana jadinya jika diubah menjadi karapan marmut? Di salah satu desa di Kota Jember, marmut diperlombakan untuk adu cepat. Jika marmut memperoleh juara, harga marmut terdongkrak hingga mencapai puluhan juta rupiah.

Perlombaan unik ini digelar di Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, Jember. Kebanyakan warga di sini memang beternak marmut. Selain untuk dikonsumsi dalam berbagai menu, marmut juga diperlombakan guna mendongkrak harga jualnya.

Jika masyarakat menjual sate marmut, peternak hanya dapat hasil sekitar 50 hingga 75 ribu rupiah per satu ekor marmut. Namun jika diikutkan lomba dan memenangkan ajang tersebut, harga marmut bakal tinggi. Hal itulah yang menginisiasi warga membuat arena khusus untuk karapan marmut sepanjang 30 meter.

Peserta ternyata bukan dari wilayah Jember saja , namun ada juga yang dari Lumajang, Madura hingga Probolinggo.

(Baca juga: Lomba Karapan Sapi Pemuda Perindo, Ferari Sabet Juara Satu)

Untuk menjadikan marmut aduan tangguh dan cepat berlari, peternak harus ekstra keras memberi asupan makanan kepada marmut, seperti rumput dan jamu-jamuan lainnya. Bahkan tak jarang peternak marmut mengeluarkan anggaran hingga jutaan rupiah hanya untuk membuat marmutnya tangguh dan cepat larinya.

Sayangnya ajang ini hanya dalam skala lokal dan belum menjangkau kecamatan , provinsi atau level nasional. Oleh karenanya caleg DPR RI dari Partai Perindo, Danang Sangga Buwana dari Dapil Jember-Lumajang sangat getol memperjuangkan peternak marmut agar ajang karapan ini merambah ke level yang lebih tinggi.

Foto: Ist

Tentunya hal itu diharapkan menjadikan desa setempat sebagai destinasi wisata menarik. Ekonomi masyarakat pun akhirnya bisa terangkat berkat hal itu. Warga bisa membuka warung atau menjual pernak pernik kerajinan di sekitar tempat perlombaan.

Niat Danang, menurut Bunadi seorang peternak marmut, akan sangat membantu masyarakat Desa Mlokorejo, karena bakal membangkitkan perekonomian masyarakat sehingga kesejahtera warga dapat terjamin dari geliat ajang lomba marmut tersebut.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini