nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ganjar Pecat Pegawai Pemprov Jateng yang Terima Pungli

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 15:14 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 08 512 2001547 ganjar-pecat-pegawai-pemprov-jateng-yang-terima-pungli-YY4ANSFjhc.jpg Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Foto: Okezone)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menjatuhkan sanksi tegas terhadap tujuh pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang menerima pemungutan liar (pungli) dan gratifikasi. Sanksi dilakukan secara bertingkat yakni mulai peringatan, pindah jabatan, hingga pemecatan.

"Paling berat tak pecat (saya pecat). Ada pula yang mendapat sanksi peringatan, kita bina, atau pindah. Tujuh orang itu (melakukan pelanggaran kurun waktu) selama satu tahun," kata Ganjar saat dijumpai di Wisma Puri Gedeh, Selasa (8/1/2019).

(Baca Juga: Gus Yasin Janji Tak Korupsi, Ganjar Siap 'Dijewer')

Meski demikian, Ganjar enggan membeberkan identitas jumlah pegawai yang dipecat serta asal instansinya. Menurutnya, jenis pelanggaran yang dilakukan ketujuh orang itu beragam. Bahkan, satu di antaranya terlibat jual-beli jabatan.

"Ada yang dulu jual-beli jabatan. Kemudian, dia dikejar utang (ditagih janji karena jabatan yang kunjung didapat), hingga akhirnya tidak bisa masuk (bekerja). Itu ketahuan setelah lama sekali, hingga akhirnya kami copot," ujarnya.

Ganjar Pranowo

Diberitakan sebelumnya, Ganjar ngamuk karena menerima laporan tentang tujuh anak buahnya yang diduga terlibat pungli dan gratifikasi. Bahkan, ada oknum yang mencatut nama Ganjar untuk memuluskan aksi itu, bahwa uang gantinya bakal disetor ke Gubernur.

"Yang bikin saya gondok adalah katanya uang itu untuk saya. Masya Allah, ini jahat benar. Ini fitnah yang luar biasa," ujarnya.

(Baca Juga: Perpisahan, Ganjar Bakal Kangen Oseng Pete Istri Heru)

Tujuh orang yang dipanggil, lanjut Ganjar telah mengaku. Meski begitu, ada sebagian yang mencoba berkelit dengan berbagai alasan.

"Ngaku nerima tapi alasannya macam-macam, katanya cuma titipan. Saya tegaskan tidak boleh dan tidak bisa, kembalikan! Makanya hari ini saya kumpulkan semua pejabat untuk kembali saya tegaskan agar menjaga integritas," tegasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini