“Kami juga meminta maaf karena membuat rangking, dengan nama universitas yang sebenarnya, sehingga menyinggung orang-orang,” kata redaksi majalah tersebut dalam surat yang diterima AFP.
Perempuan marjinal?
Artikel yang ditulis “Spa!” menyoal aktivitas yang dalam bahasa Jepang kerap disebut “gyaranomi” atau pesta minum-minum yang mana para lelaki membayar perempuan untuk hadir.
Majalah itu menyebut bahwa pesta tersebut populer di kalangan mahasiswa. Majalah kemudian mewawancara seorang pengembang aplikasi kencan yang digunakan lelaki untuk mencari pasangan perempuan.
“Spa!” mengungkapkan daftar universitas itu diambil dari hasil wawancara dengan pengembang aplikasi.