nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Australia Pertimbangkan Beri Suaka Gadis Saudi yang Kabur ke Thailand

Thasyanur Azizah, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 14:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 09 18 2002021 australia-pertimbangkan-beri-suaka-gadis-saudi-yang-kabur-ke-thailand-YpitrtYF9k.jpg Rahaf Mohammed al-Qunun. (Foto: AFP)

BANGKOK - Pemerintah Australia mengatakan pada Selasa (8/1/2019) bahwa mereka akan "mempertimbangkan dengan hati-hati" permohonan suaka dari seorang perempuan Saudi yang kabur dari keluarganya. Perempuan yang kini dalam perlindungan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) di Bangkok, Thailand itu, mengaku disiksa oleh keluarganya hingga merasa jiwanya terancam setelah dia berpindah keyakinan.

Sebagaimana diberitakan AFP, Rahaf Mohammed al-Qunun (18) tiba di bandara utama ibu kota Thailand dengan penerbangan dari Kuwait akhir pekan lalu setelah ia melarikan diri dari keluarganya, yang menurutnya telah melakukan penganiayaan secara fisik dan psikologis.

Rahaf mengatakan berencana untuk mencari suaka di Australia, tetapi terhenti oleh petugas imigrasi Thailand di bandar udara yang diduga berencana untuk memulangkannya. Dia takut akan dibunuh jika ia dipulangkan.

BACA JUGA: Perempuan Saudi Kabur dari Keluarganya dan Terjebak di Bangkok

Catatan mengenai Hak Asasi Manusia di Arab Saudi telah menjadi perhatian baru-baru ini sejak terkuaknya kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang terjadi tahun lalu.

Kerajaan Saudi yang ultra konservatif memiliki beberapa peraturan yang berat terhadap wanita, termasuk sistem perwalian yang memungkinkan anggota keluarga pria untuk membuat keputusan atas nama kerabat wanita.

Pada Minggu 6 Januari, pihak berwenang Thailand mengatakan Rahaf akan dikirim kembali ke Arab Saudi, tetapi mereka tiba-tiba mengubah keputusan tersebut setelah mendapat desakan dari berbagai pihak, terutama setelah kabar ini beredar di media sosial.

Rahaf al-Qunun memposting puluhan tweet dan video secara langsung dalam bahasa Inggris dan Arab yang menggambarkan bagaimana dia membarikade dirinya di kamar hotel, tempat ia menginap selama berada di bandara. Akunnya dengan cepat mengumpulkan puluhan ribu pengikut.

Pada Senin 7 Januari, dia diizinkan meninggalkan bandara dan berada di bawah perlindungan Badan Pengungsi PBB.

Pemerintah Australia menyinggung adanya kemungkinan pemberian status pengungsi terhadap Rahaf.

"Setiap pengajuan oleh Al Qunun untuk visa kemanusiaan akan dipertimbangkan dengan hati-hati setelah proses di UNHCR selesai," kata seorang pejabat Departemen Dalam Negeri Australia kepada AFP, Selasa (8/1/2019).

Di Jenewa, Juru bicara UNHCR, Babar Baloch, mengatakan kepada wartawan bahwa proses pengajuan suaka yang dilakukan Rahaf telah dimulai dan dapat memakan waktu beberapa hari.

Mengenai jaminan keamaan bagi Rahaf, ia mengatakan bahwa itu merupakan wewenang pemerintah Thailand.

"Itu adalah pekerjaan pemerintah Thailand dan saya harap hal tersebut sedang dipertimbangkan."

'Urusan keluarga'

Thailand bukan lah bagian dari negara yang menandatangain konvensi PBB mengenai pengungsi. Para pencari suaka biasanya dideportasi dari Thailand atau menunggu bertahun-tahun hingga nantinya diserahkan ke negara ketiga.

BACA JUGA: Kabur dari Keluarga karena Diancam Dibunuh, Kasus Perempuan Saudi Ini Ditangani PBB

UNHCR juga telah menegaskan siapa pun dengan klaim suaka tidak boleh dikirim kembali ke negara itu.

Di sisi lain, dalam siaran pers singkat pada Selasa 8 Januari, pemerintah Saudi mengatakan tidak menuntut adanya deportasi bagi Rahaf.

Kasus itu adalah "urusan keluarga", tetapi di bawah "perawatan dan perhatian" kedutaan, tambahnya.

Dalam penjelasan terpisah melalu twitter, kedutaan Saudi membantah mengirim pejabat ke Bandara Suvarnabhumi untuk bertemu Rahaf saat dia tiba atau menyita paspornya - seperti apa yang Rahaf duga sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini