YERUSALEM – Mantan Menteri Israel yang dituduh melakukan kegiatan mata-mata untuk Iran telah mencapai permohonan keringanan hukuman dengan jaksa penuntut yang akan membuatnya menjalani hukuman 11 tahun penjara. Hal itu disampaikan Kementerian Kehakiman Israel pada Rabu, 9 Januari.
Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa sebagai bagian dari perjanjian, Gonen Segev akan mengaku bersalah atas tindakan spionase serius dan pemberian informasi kepada musuh. Diwartakan AFP, Rabu (9/1/19), sidang hukuman akan ditetapkan pada 11 Februari.
BACA JUGA: Mantan Menteri Israel Dituding Jadi Mata-Mata untuk Iran
Persidangan Segev, yang menjabat sebagai menteri energi dan infrastruktur dari 1995 hingga 1996, dibuka pada Juli. Sidang dilakukan secara tertutup dengan beberapa rincian tuduhan yang diumumkan kepada publik.
Segev bertugas di pemerintahan Partai Buruh di bawah Perdana Menteri, Yitzhak Rabin, setelah membelot dari kubu ekstrem kanan Israel dan memberikan suara yang menentukan dukungan atas perjanjian damai Oslo II dengan Palestina.
Sebelumnya, dia telah menjalani hukuman penjara dengan tuduhan kriminal.
Pada 2004, Segev dituduh mencoba menyelundupkan 30.000 pil ekstasi dari Belanda ke Israel menggunakan paspor diplomatik yang tanggal kedaluwarsa dipalsukan.
Tahun berikutnya, ia mengakui tuduhan itu sebagai bagian dari tawaran pembelaan.
Dia juga telah dihukum karena percobaan penipuan kartu kredit.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.