Cak Imin Sebut Pengaruh Hoaks di 2019 Lebih Masif Dibanding 2014

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 21:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 09 605 2002279 cak-imin-sebut-pengaruh-hoaks-di-2019-lebih-masif-dibanding-2014-AzktYjsEZe.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan, saat ini anak-anak muda di Indonesia terlalu mudah terpengaruh dengan adanya berita bohong atau hoaks, beda dibandingkan pada Pemilu 2014. Hal itu dikatakannya saat menggelar pertemuan dengan Menteri Pendidikan Singapura Mr. Ong Ye Kung.

"Anak-anak muda kita mudah terpengaruh hoax atau badnews. Dibandingkan 2014 lalu, kali ini pengaruh bad news lewat media sosial jauh lebih massif," kata Cak Imin dalam keterangannya, Rabu (9/1/2019).

Oleh karena itu, kata dia, diperlukan kerja keras untuk memberikan pengertian agar jangan gampang percaya pada satu berita, apalagi saat ini menjelang pesat demokrasi lima tahunan.

"Perlu kerja keras untuk memberikan pengertian, terutama di kalangan menengah urban," tutupnya.

ss

 (Baca juga: Aksi Seorang Diri, Warga Solo Protes Desain Surat Suara Pilpres)

Mr. Ong pun menanggapi pernyataan Cak Imin. Menurutnya, situasi tersebut sudah menjadi fenomena global, termasuk di Amerika, Brazil dan Inggris.

"Kami mendorong agar anak-anak muda selalu cari sumber-sumber lain sebelum mempercayai satu berita. Dan sejauh ini bisa kok," ujar menteri yang juga mengurusi persoalan komunitas etnis Tionghoa, Muslim dan India ini.

Menteri Ong juga mengamini bahwa kelas menengah perkotaan merupakan kelompok yang sering kritis dan bersuara kencang terhadap kebijakan pemerintah. "Maka kita harus banyak membuka dialog dengan mereka," tutupnya.

Sementara itu, Wasekjen PKB Dita Indah Sari menambahkan, penyebaran berita bohong atau hoaks di tahun politik 2019, berbeda dengan pemilu 2014. Hanya saja saat ini lebih cepat.

"Berbeda intensitasnya saja. Lebih tinggi dan cepat sekarang ini," kata Dita.

 (Baca juga: Survei Jokowi-Ma'ruf Positif, TKN Minta Jangan Cepat Puas)

Ia pun mengimbau kepada generasi milenial atau pemilih pemula untuk selalu cek and ricek saat menerima informasi dari media sosial ataupun orang lain.

"Unfollow atau infriend akun-akun yang menyebarkan berita-berita miring, gosip, yang belum jelas kebenarannya. Daripada kepikiran dan ikut marah, malah merusak mood. Cak imin selalu mengingatkan agar tidak usah mengomentari sesuatu yang enggak ada manfaatnya. Ini bagus juga dijalankan," sambungnya.

"Kritik yang sehat itu malah diperlukan dalam alam demokrasi, yang penting tidak menghina dan memfitnah. Saya pikir kita semua bisalah membedakan kritik dengan hoaks," pungkasnya.

 ss

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini