nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siapakah Rahaf al-Qunun, Perempuan Saudi yang Kabur dari Keluarga, Mengaku Murtad dan Cari Suaka?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 02:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 10 18 2002330 siapakah-rahaf-al-qunun-perempuan-saudi-yang-kabur-dari-keluarga-mengaku-murtad-dan-cari-suaka-6K1zfxyAjD.jpg Rahaf Mohammed al-Qunun Mengatakan Ia Ingin Menikmati Kebebasan, Belajar dan Bekerja (foto: AFP/BBC News Indonesia)

Nasib perempuan Saudi

Seorang kawan Rahaf Mohammed al-Qunun, Nourah Alharbi, menuturkan dukungan dari media sosial membantunya bertahan.

"Kemarin para pendukung media sosial membuat perubahan dalam kehidupan Rahaf. Anda menyelamatkan nyawa Rahaf: orang-orang, media," kata Nourah Alharbi kepada koran Inggris, The Guardian.

"Ia tidak mempercayainya. Hari ini (Selasa/09/01) ketika saya menghubunginya ... ia mengatakan ia melihat ribuan pesan, semuanya memberikan dukungan. Ia ketakutan dan stres, dan ketika ia melihat pesan-pesan, ia berubah," tambah Nourah Alharbi yang kini tinggal Sydney, Australia.

Rahaf Mohammed al-Qunun dan Nourah Alharbi sebenarnya senasib. Ia sendiri melarikan diri dari Arab Saudi karena, menurutnya, mendapat perlakuan buruk dari keluarganya.

(Baca Juga: Australia Pertimbangkan Beri Suaka Gadis Saudi yang Kabur ke Thailand) 

Kini ia mengajukan suaka di Australia. Ia mengaku terus berkomunikasi dengan Rahaf Mohammed al-Qunun.

Thailand sempat menolak mengizinkan Rahaf Mohammed al-Qunun masuk ke wilayahnya dan sempat memproses deportasinya (foto: Reuters)	Thailand sempat menolak mengizinkan Rahaf Mohammed al-Qunun masuk ke wilayahnya dan sempat memproses deportasinya (foto: Reuters)

Sebelumnya pada April 2017, seorang perempuan Arab Saudi, Dina Ali Lasloom, 24, dipulangkan secara paksa dari Filipina. Hingga kini tidak diketahui bagaimana nasibnya.

Kasus Rahaf Mohammed al-Qunun ini menjadi perhatian internasional terkait dengan berbagai halangan yang dihadapi perempuan di Arab Saudi. Negara kerajaan itu juga disorot sehubungan dengan pembunuhan wartawan kawakan, Jamal Khashoggi, yang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini