nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jelang Kunjungan PM Abe, Rusia Tuduh Jepang Picu Ketegangan Perselisihan Pulau

Indi Safitri , Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 18:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 10 18 2002731 jelang-kunjungan-pm-abe-rusia-tuduh-jepang-picu-ketegangan-perselisihan-pulau-ww2PfChi4D.jpg Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe (ki) dan Presiden Rusia, Vladimir Putin bertemu dalam KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, 1 Desember 2018. (Foto: AP)

MOSKOW – Rusia menuduh Jepang memicu ketegangan antara kedua negara terkait sengketa menjelang rencana kunjungan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe ke Moskow untuk melakukan perundingan dengan Presiden Vladimir Putin. Perundingan tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri permusuhan Perang Dunia II secara resmi.

Rusia dan Jepang tidak pernah menandatangani perjanjian perdamaian karena sengketa wilayah mereka atas empat pulau yang direbut oleh Uni Soviet pada hari-hari terakhir perang. Rusia menyebut pulau-pulau itu dengan sebutan Kuril sementara Jepang menyebutnya sebagai Wilayah Utara.

BACA JUGA: Jepang minta Rusia kembalikan Kepulauan Kuril

Kementerian luar negeri Rusia mengatakan pihaknya telah mengundang Duta Besar Jepang, Toyohisa Kozuki dan mengatakan kepadanya bahwa pihaknya memandang pernyataan Tokyo baru-baru ini sebagai “upaya yang dibuat untuk membangkitkan atmosfer” atas masalah perjanjian perdamaian.

Kementerian juga menyebutkan pernyataan tentang perlunya mempersiapkan penduduk untuk penyerahan pulau-pulau itu ke Jepang dan menjatuhkan permintaan Rusia untuk membayar kompensasi terhadap mantan penduduk Jepang di kepulauan tersebut.

Abe mengatakan bahwa 2019 akan membawa terobosan atas perjanjian perdamaian.

"Pernyataan seperti itu secara terang-terangan memutarbalikkan esensi perjanjian antara para pemimpin Jepang dan Rusia untuk mempercepat kemajuan perundingan yang juga membingungkan anggota masyarakat di kedua negara,” kata pihak kementerian, sebagaimana dilansir dari AFP pada Kamis (10/1/19).

Menurut pihak kementerian, Jepang sedang berusaha memperkeras skenarionya sendiri di Rusia tentang bagaimana perundingan dapat menyelesaikan masalah perjanjian perdamaian.

Posisi Rusia di Kuril tetap tidak berubah, bahwa Jepang harus menerima hasil Perang Dunia II termasuk kedaulatan Rusia atas pulau-pulau yang disengketakan.

Rusia memiliki pangkalan militer di kepulauan tersebut dan telah menempatkan sistem rudalnya di pulau-pulau itu.

BACA JUGA: Jepang Usulkan Pengendalian Bersama Kepulauan Kuril ke Rusia

Menurut kantor berita Rusia, pernyataan bergejolak itu muncul ketika Abe akan mengunjungi Rusia pada 21 Januari nanti untuk mengadakan perundingan dengan Putin mengenai perjanjian perdamaian.

Putin dan Abe bertemu terakhir pada November dan sepakat untuk mempercepat perundingan yang dimaksudkan untuk mengakhiri permusuhan Perang Dunia II secara resmi, mengambil deklarasi bersama Era Soviet sebagai titik awal mereka.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini