nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berada di Puncak Gunung Lawu, Warung Mbok Yem Jadi Tempat Makan Tertinggi di Indonesia

Neneng Hasanah, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 18:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 10 512 2002740 berada-di-puncak-gunung-lawu-warung-mbok-yem-jadi-tempat-makan-tertinggi-di-indonesia-cDV1oxMhKU.JPG (Foto: Instagram)

JAKARTA - Banyaknya pendaki di Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah membuka peluang bagi Wakiyem (60) untuk membuka warung makan. Letaknya yang berada di Puncak Gunung Lawu dengan ketinggian 3.150 mdpl membuat warungnya jadi yang tertinggi di Indonesia.

Kondisi warung yang berdiri sejak 1995 tersebut terbilang sangat sederhana, hanya berdinding kayu dengan spanduk bertulis “Warung Puncak Lawu-Argo Dalem Mbok Yem". Namun, warung yang terletak beberapa meter dari Puncak Hargo Dumilah tersebut punya kesan tersendiri bagi para pendaki.

Warung Mbok Yem menyuguhkan berbagai menu untuk mereka yang lelah sehabis mendaki gunung, mulai dari jamu, nasi pecel telor, mi instan hingga soto ayam.

“Pertamanya nyari jamu, Mas. Kemudian pengunjung banyak, akhirnya jualan nasi ya apa adanya, ada mi, nasi pecel pakai telor, kadang-kadang ya soto ayam, kadang-kadang tergantung pesanan orang atau disuruh orang,” ungkapnya dalam video yang diunggah akun Instagram @tengok_indonesia17 pada 18 Mei 2018.

(Baca juga: Lomba Unik di Jember, Namanya Karapan Marmut)

Mbok Yem menyadari berjualan di puncak gunung bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, bahan-bahan dagangannya harus diangkut dari bawah ke puncak gunung.

“Dagang di sini ya semampunya, kalau mampu diteruskan di sini, ya kalau enggak mampu ya tidak diteruskan,” tuturnya dalam bahasa Jawa.

Foto: Instagram

Dikutip dari Solopos.com, guna memenuhi kebutuhan di warung, Mbok Yem dibantu beberapa orang, salah satunya Parmi. Dalam sepekan, Parmi bisa sampai tiga kali naik-turun Gunung Lawu untuk menyediakan logistik. Sekali angkut, dia membawa 45 kilogram barang dagangan. Barang seperti beras, minyak goreng, dan sejumlah sembako lain diletakkan dalam karung untuk diangkut ke puncak gunung.

Parmi pun membutuhkan waktu sekitar enam jam dari pos pendakian Cemoro Sewu untuk mencapai warung Mbok Yem di dekat Puncak Hargo Dumilah. Dia telah menjajaki pekerjaan tersebut sejak awal warung berdiri.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini