nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gelar Fogging di Deliserdang, Perindo Desak Pemerintah Gelar Penyuluhan DBD Berkelanjutan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 10 Januari 2019 20:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 10 608 2002804 gelar-fogging-di-deliserdang-perindo-desak-pemerintah-gelar-penyuluhan-dbd-berkelanjutan-OmrDbklcEK.jpg

MEDAN - Para calon anggota legislatif (caleg) dan kader Partai Persatuan Indonesia (Perindo) menggelar pengasapan (fogging) di Desa Pematang Biara, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada Kamis (10/1/2019) siang.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo Sumut, Rudi Zulham Hasibuan, yang juga merupakan caleg DPR-RI Partai Perindo nomor urut 1 untuk daerah pemilihan Sumatera Utara-1.

Lalu caleg DPRD Sumatera Utara Partai Perindo nomor urut 3 dari dapil Sumut-3, RR Sasmaya Hati, dan caleg DPRD Delisedang Perindo Sumut nomor urut 8 dari dapil Deliserdang-8, Hulman Manurung.

Dalam kegiatan itu, ratusan rumah di desa tersebut menjadi objek sasaran fogging. Para caleg juga mengasapi drainase dan juga areal semak belukar dan tumpukan sampah di sekitar kediaman warga, yang disinyalir menjadi tempat persembunyian dan perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti penyebar Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Drainase yang tidak mengalir, serta semak belukar dan banyaknya tumpukan sampah di Kawasan itu, telah membuat nyamuk aedes aegypti dengan leluasan berkembang biak. Itu lah kenapa kita kemudian turun melakuan fogging, sebagai langkah awal untuk membasmi nyamuk aedes serta antisipasi penyebaran DBD,”sebut Rudi.

“Kita ingin mebuktikan saja kepada masyarakat, bahwa kita akan terus turun memberikan bantuan kepada mereka, agar mereka terjaga kesehatannya, agar mereka lebih produktif. Dan ini mudah-mudahan, apa yang dilakukan Partai Perindo ini, menjadi penilaian yang cerdas oleh masyarakat,”tambahnya.

Rudi lebih lanjut mengatakan, dari pantauan mereka selama melaksanakan program fogging dalam beberapa bulan terakhir, dapat disimpulkan bahwa kesadaran dan pemahaman masyarakat akan upaya mitigasi wabah DBD masih sangat rendah. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan secara berkelanjutan. Penyuluhan harus dilakukan segera, mengingat telah banyaknya korban yang jatuh akibat penyakit tersebut.

“Banyak tempat yang kita datangi dan masyarakat minim pengetahuan soal DBD. Mereka kurang sosialisasi. Di sisi lain memang perhatian masyarakat rendah. Mereka merasa tidak akan terjangkit. Padahal banyak yang harus mereka lakukan secara mandiri maupun secara kolektif, jika ingin lingkungan mereka bebas dari DBD. Termasuk pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan. Itu yang harus segera disampaikan lewat penyuluhan itu,”jelas Rudi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini