nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Abu Vulkanik Mengarah ke Barat Laut

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 08:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 244 2002932 aktivitas-gunung-agung-meningkat-abu-vulkanik-mengarah-ke-barat-laut-O2Z2sGfvBB.jpg Ilustrasi Gunung Agung (Okezone)

BALI – Aktivitas vulkanik Gunung Agung kembali meningkat pada Kamis (10/1) sekitar pukul 19.55 WITA. Gunung terbesar di Bali itu kembali erupsi.

Abu vulkanik yang disemburkan mengarah ke Barat Laut. Sebelum kembali erupsi, Gunung tertinggi di Bali itu selama 12 jam sempat mengalami tiga kali hembusan. Dan alat seismograf juga masih merekam adanya gempa-gempa vulkanik.

 Baca juga: Gunung Agung Erupsi, 7 Daerah Terdampak Hujan Abu

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dari Putu Dana yang tinggal di Sebun pada pukul 20.05 Wita teramati hembusan keabu-abuan dengan ketinggian sekitar 600 meter. Begitu juga informasi yang diperoleh dari Mang Ardi di Badeg, bahwa sekitar pukul 20.07 Wita teramati letupan api kecil dan terdengar suara gemuruh.

 https://img-o.okeinfo.net/content/2018/12/30/340/1997673/kembali-erupsi-status-gunung-agung-ditingkatkan-jadi-siaga-HCYFYWIyUo.jpg

Kepala Pos Pantau Gunung Agung I Made Dewa Mertayasa mengatakan, Gunung Agung pada pukul 19:55 Wita memang kembali mengalami erupsi. Hanya saja, ketinggian kolom tidak teramati akibat gunung diselimuti kabut tebal. Sehingga kepulan asap yang dikeluarkan tidak dapat di lihat secara visual. “Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi kurang lebih 4 menit 26 detik. Untuk paparan abu vulkaniknya mengarah ke Barat Laut,” ujarnya.

 Baca juga: PVMBG Catat Erupsi Gunung Agung Terjadi Selama 3 Menit

Sampai saat ini status Gunung Agung masih Level III (Siaga) dengan rekomendasi radius bahaya 4 km. Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Warga yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini