nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2 Pria Tipu 115 Nasabah Pakai Situs Palsu BRI, Kerugian Rp1,5 Miliar

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 16:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 11 609 2003180 2-pelaku-tipu-115-nasabah-pakai-situs-palsu-bri-kerugian-rp1-5-miliar-tfLwEeKCy9.jpg Dua pelaku penipuan dengan situs palsu BRI. (Foto: Herman/Okezone)

MAKASSAR - Penipuan online menggunakan situs tiruan Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil diungkap Krimsus Polda Sulsel. Korban penipuan berjumlah 115 nasabah dari seluruh Indonesia.

Unit Cyber Crime Krimsus Polda Sulsel meringkus dua pelaku yakni Suparman alias Suppa (30), warga Kabupaten Wajo dan Sudirman alias Sudi warga Kabupaten Sidrap.

Suppa ditangkap di Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo pada 2 November 2018, sedangkan Sudi ditangkap di Kecamatan Pituriawa, Kabupaten Sidrap pada 23 November 2018.

Foto: Herman/Okezone

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan pihak BRI Pusat yang nasabahnya jadi korban tindak pidana penipuan online menggunakan situs palsu BRI.

"Berdasarkan pengumpulan data yang dilakukan oleh BRI Pusat, ada sekitar 115 nasabah dari seluruh indonesia yang menjadi korban tindak pidana tersebut dengan total kerugian materi mencapai Rp1.466.584.457 (Rp1,5 miliar)," kata Dicky, Jumat (11/1/2019).

Foto: Herman/Okezone

(Baca juga: Kenali Modus Penipuan Kartu Kredit, Hindari Jebakannya!)

Berdasarkan analisa BRI, transaksi pelaku mayoritas dilakukan di wilayah Sulawesi Selatan. Atas dasar itulah, BRI membuat laporan ke Polda Sulsel guna mengungkap pelaku penipuan yang telah merugikan banyak nasabah.

Modus operandi kedua tersangka adalah membuat akun Google Email lalu dikirim ke tersangka Nusrsyam alias Ikhsan (DPO) yang membuat situs mirip punya BRI.

Foto: Herman/Okezone

Keduanya terancam Pasal 35 Ayat (1) juncto Pasal 51 dan atau Pasal 28 Ayat (1) juncto Pasal 36 Ayat (1) juncto Pasal 45A Ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016, tetang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 66 Ayat (1) ke 1 KUHPidana.

"Ancaman pidana hukuman paling lama 12 tahun atau denda peling banyak Rp12 miliar," ujarnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini