nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ngecak Sabu 4 Kg di Kamar Hotel, Pasutri Ditangkap Petugas BNN

Herman Amiruddin, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 23:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 11 609 2003362 ngecak-sabu-4-kg-di-kamar-hotel-pasutri-ditangkap-petugas-bnn-HVWdyODVMy.jpg Foto: Okezone

MAKASSAR - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulsel menggagalkan peredaran sabu 4 kilogram yang dilakukan oleh sepasang suami istri (pasutri) dan satu orang yang berperan sebagai kurir di Makassar.

Para pelaku yakni Muhammad Taqdir Bin Rahmat (41) bersama istrinya Syamsiah (33). Selain itu petugas BNN juga mengamankan seorang kurirnya Abdul Jalil (45)

Ketiganya ditangkap saat mengemas sabu seberat 4 Kg tersebut, menjadi saset kecil seberat 50 sampai 40 gram di Hotel Grand Mall, Kabupaten Maros, Kamis 10 Januari 2019.

 ss

Kepala BNN Sulsel Brigjen Idris Kadir mengatakan, pihaknya menerima informasi adanya transaksi sabu di sebuah mal. Setelah itu para pelaku dibuntuti hingga ke hotel tempatnya mengemas sabu itu.

Penggeladahan pun dilakukan oleh petugas BNN di kamar hotel nomor 403 hotel Grand Mall itu. Saat dilakukan penangkapan dibentuk tiga tim dan menyebar ke jalur yang rencana akan dilalui pelaku.

"Dan ada tamu baru masuk dilihat oleh anggota kami. Anggota mengecek ada tamu yang chek in. Saat itu kedua pelaku ini baru masuk ke hotel yang ada di Maros. Lalu dicurigai oleh petugas kami maka dirazia dalam kamarnya," kata Idris, Jumat (11/1/2019).

BNNP juga melakukan koordinasi dengan Kasat Lantas Polres Maros untuk melakukan razia di depan Kantor Kejaksaan Negeri Maros, namun tersangka yang dicurigai tidak ditemukan.

 sa

Pada saat penyelidikan dilakukan di Hotel Grand Town Mall Maros yang diduga tempat singgah tersangka, ternyata benar. Saat digeladah dikamar hotel ditemukan beberapa paket sabu yang siap diedarkan.

"Jadi ditemukan di lantai kamar. Ini kita masih pengembangan ini menunjukkan bahwa dia pemain lama. Sebenarnya mereka ini jaringan dari malaysia," ungkap Idris.

Idris menjelaskan, sabu itu diperoleh oleh jaringan pelaku yang ada di Malaysia. Lalu sabunya masuk ke kota Pare-pare hingga ke Kabupaten Wajo. Sementara si kurir menjemput sabu itu di Kabupaten Wajo dan membawanya ke Kabupataen Moros dan diserahkan kepada Pasutri itu.

"Jadi ini mereka bawa sabu dari Wajo. Dan menginap di Hotel Maros. Disana sabunya dikemas kecil. Jaringannya masih kami kembangkan," tutupnya.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini