nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Teror Gajah Masuk Kampung Bikin Warga Aceh Ketakutan

Antara, Jurnalis · Sabtu 12 Januari 2019 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 12 340 2003576 teror-gajah-masuk-kampung-bikin-warga-aceh-ketakutan-Dtd0dIlHAN.jpg Ilustrasi gajah (Foto: Ist)

MEULABOH - Seekor gajah pejantan kembali masuk ke permukiman, mengamuk dan menumbangkan pohon kelapa dan menimpa rumah warga. Masyarakat Desa Blang Tengku, Seunagan Timur, Nagan Raya, Aceh, dirundung ketakutan.

Kepala Desa (Keuchik) Blang Tengku, Samsirman mengatakan, dua hari sebelumnya kawanan gajah sudah meninggalkan permukiman setelah dilakukan upaya pengusiran. Namun, tiba-tiba kembali masuk permukiman.

loading...

"Batang kelapa, pinang, dan sebagainya juga dijatuhkan sehingga menimpa rumah warga kami. Kami benar-benar ketakutan saat ini karena satu ekor gajah jantan ini memang sangat ganas," katanya melalui sambungan telefon seperti dikutip dari Antaranews.com, Sabtu (12/1/2019).

Samsirman menuturkan pada Rabu 9 Januari malam, kawanan gajah sudah meninggalkan permukiman setempat. Namun, satwa berbelalai panjang itu bukan kembali ke hutan, tapi justru merusak tiga unit rumah desa tetangga, Desa Tuwie Meuleusong.

(Baca Juga: Desa di Aceh Larang Pemasangan WiFi di Warkop, Ini Alasannya)

Kamis 11 Januari malam, seekor gajah pejantan kembali ke Desa Blang Tengku dan mengobrak-abrik tanaman muda, batang kelapa, dan pinang ditumbangkan hingga menimpa rumah masyarakat. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Ilustrasi gajah

Suasana perkampungan mereka akhir-akhir ini mencekam, kata Samsirman. Sebab, amukan satwa gajah sudah berlangsung lama dan warga tidak berani keluar rumah saat malam karena satwa dilindungi undang-undang tersebut masih berkeliaran.

"Gajah yang selama ini bermain, sudah seperti `warga kami`, dia mondar-mandir, menampakkan diri. Saya sering bertemu di jalan saat pulang dari masjid menuju rumah, tiba-tiba saja di tengah jalan dia berdiri, siapa berani usir," keluhnya.

Bukan hanya pohon dan rumah yang menjadi sasaran amukan gajah liar di kawasan tersebut. Tanaman palawija serta tanaman padi tidak bisa tumbuh dengan baik karena menjadi santapan satwa gajah yang terdeteksi masih di kawasan itu.

Sebelumya, Pusdalop Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya, Agus Salim, menuturkan, tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh masih berada di kawasan itu melakukan upaya menghalau satwa gajah.

(Baca Juga: Warung di Aceh Besar Wajib Tutup saat Azan Sesuai Instruksi Bupati)

Rencananya, kegiatan mengusir satwa gajah dilakukan selama lima hari yakni terhitung sejak Senin 7 Januari dan kemungkinan ditambah apabila dibutuhkan. Menghalau gajah dilakukan dengan meledakan mercon, dan pada hari ke dua kawanan gajah telah menjauh sekira 13 kilometer dari Desa Blang Tengku.

"Karena masih awal tahun, kami hanya mampu mendatangkan BKSDA bersama tim lainnya untuk menghalau satwa gajah dari permukiman. Awalnya, sudah berhasil, gajah sudah menjauh 13 km," kata Agus Salim.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini