nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Balita Diserang Kawanan Monyet Liar

Witri Nasuha, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 12:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 13 519 2003775 4-balita-diserang-kawanan-monyet-liar-Mt5VuMv5pQ.jpg Foto: Theholidattravel)

LUMAJANG - Sebanyak empat balita diserang oleh segerombolan monyet liar di wilayah Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu 12 Januari 2019.

Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, penyerangan monyet liar tersebut terjadi dalam waktu kurun 2 minggu, ada empat balita sekitar umur 20 bulan dilarikan ke rumah sakit.

"Warga sendiri yang diserang, kebanyakan mengalami luka di kepala serta di paha," kata Arsal, Minggu (13/1/2019).

 (Baca juga: Populasi Tak Terkendali, Sekelompok Monyet di Bali Jarah Hasil Tani Warga)

Kata dia, segerombolan kera liar turun gunung karena sudah tidak ada kehidupan ditempatnya hidup karena dirusak oleh manusia.

"Dipastikan kawanan hewan liar ini mencari makan hingga turun ke pemukiman warga, karena habitat wilayahnya tinggal telah dirusak oleh masyarakat. Saya mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar sama sama menjaga kelestarian wilayah hutan tersebut," tuturnya.

 monye

Ia pun meminta kepada petugas, agar menggunakan tembakan bius untuk melumpuhkan kawanan monyet yang sudah membuat resah masyarakat.

"Saya juga menginstruksikan agar menggunakan tembakan obat bius untuk menangani kasus tersebut. Hanya dalam keadaan sangat terdesak saja yang mana mengancam manusia, boleh menggunakan senjata api untuk melumpuhkan" tegas Arsal.

 (Baca juga: Ratusan Kera Serbu Permukiman di Gunungkidul karena Sulit Cari Makanan)

Tak hanya balita, kawanan monyet liar itu pernah menyerang Iqbal (21) hingga mengalami luka robek dibagian dahi akibat digigit, dengan panjang robek 9 cm. Meskipun tidak terlalu dalam, namun korban harus dijahit sebanyak 16 jahitan.

"Warga sangat was-was terhadap serangan kera liar ini. Kami yang berada disekitar kawasan hutan, menjadi sasaran kera," kata H. Adnan, tokoh masyarakat Tegal Randu.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini