Sempat Dituding Hoax, BPN Nilai 1.000 Titik Kampanye Sandiaga Masuk Akal

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 14:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 13 605 2003808 sempat-dituding-hoax-bpn-nilai-1-000-titik-kampanye-sandiaga-masuk-akal-XZGLmA4TsV.jpg

 JAKARTA - Beberapa waktu lalu, calon wakil presiden nomor urut 02, yakni Sandiaga Uno mengklaim bahwa dirinya telah melakukan kampanye di 1.000 titik sejak 17 Agustus 2018 sampai 6 Januari 2019.

Jumlah tersebut pun sempat diragukan kebenarannya oleh anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Inas Nasrullah.

Menurut anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, yakni Habiburokhman menanggapi kalau seseorang yang tidak pernah turun maka tidak akan percaya dengan kampanye seribu titik tersebut.

“Ya saya pikir itu justru memberikan kesempatan kepada kita untuk lebih memperjelas soal apa yang dilakukan pak Sandi. Kalau orang enggak pernah turun, mungkin enggak akan percaya seribu titik,” ujar Habiburokhman saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/2019).

 (Baca juga: Sandiaga Bilang Kampanye di 1.000 Titik Sudah Diverifikasi KPU)

a

Habiburokhman pun menjelaskan, kalau seribu titik kampanye yang dilakukan oleh Sandiaga Uno sangat masuk akal. Menurutnya, Sandiaga Uno bisa melakukan kampanye sebanyak 10 kali per hari, sehingga dalam 130 hari pasti mencapai 1.000 titik.

“Saya hitung saja ya beliau itu sejak minggu ketiga atau kedua Agustus, sudah 3 bulan lebih plus 10 hari, 130 hari. Kalau sehari saja beliau subuh sudah keluar, kemudian senan, sehari memungkinkan 10 titik. Jadi kalau 10 titik dikali 130 hari ya masuk akal seribu,” paparnya.

 (Baca juga: Usai Berkampanye di Jateng, Sandiaga Klaim Lihat "Arah Perubahan")

Tak ingin 1.000 titik kampanye disebut hoax, Habiburokhman menyebutkan kalau Sandiaga Uno sudah menyiapkan dokumentasi secara lengkap, dan akan ditampilkan peta dari perjalanannya secara jelas.

“Mungkin pak Sandi punya dokumentasi sangat detail, lengkap. Ya akan kita buka, bahkan ada petanya nanti jadi jelas,” tutup Habiburokhman.

 SS

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini