nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cegah DBD, Perindo Fogging Permukiman di Bengkulu Utara yang Dihuni Ribuan KK

Demon Fajri, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 10:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 14 340 2004022 cegah-dbd-perindo-fogging-permukiman-di-bengkulu-utara-yang-dihuni-ribuan-kk-2tBKEeKGh6.JPG Partai Perindo fogging Desa Air Petai Kecamatan Putri, Kabupaten Bengkulu Utara. (Foto : Demon Fajri/Okezone)

BENGKULU – DPW Perindo Bengkulu dan DPD Rescue Perindo Bengkulu Utara melakukan pengasapan di permukiman yang dihuni oleh ribuan warga di Desa Air Petai, Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Senin (14/1/2019).

Berdasarkan pantauan Okezone di lapangan, tim DPW Perindo Bengkulu bersama Rescue Kabupaten Bengkulu Utara menyisiri permukiman penduduk. Mulai dari perkarangan rumah, drainase, rumah, hingga kandang hewan ternak milik warga setempat. Hal tersebut tidak lain untuk mencegah penyebaran jentik nyamuk demam berdarah di daerah tersebut.

Fogging di wilayah tersebut direncanakan digelar selama 3 hari ke depan. Fogging ini akan menyasar 32 rukun tetangga (RT) yang ada di desa.

Ketua DPW Partai Perindo Provinsi Bengkulu, Yurman Hamedi mengatakan, fogging merupakan program andalan Partai Perindo yang selalu konsisten untuk mencegah penyebaran jentik nyamuk demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

Fogging, sampai Yurman, tidak hanya digelar di satu desa/kelurahan di setiap kabupaten/kota. Namun, ia melanjutkan, pengasapan juga dilakukan di sejumlah wilayah yang tersebar di penjuru provinsi berjuluk "Bumi Rafflesia" itu.

"Kita terus konsisten dengan pencegahan penyebaran jentik nyamuk DBD dan malaria. Ini merupakan program andalan kita yang akan terus dilakukan secara berkesinambungan," kata Yurman, Senin (14/1/2019).

Perindo fogging Desa Air Petai Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara. (Foto : Demon Fajri/Okezone)

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Air Petai, Sumarno mengatakan, ada salah satu warga di daerahnya terjangkit DBD pada 2018.

Warga tersebut, kata Sumarno, sempat dirawat di salah satu rumah sakit selama sekira seminggu.

"Ada warga yang sempat terjangkit DBD," jelas Sumarno.

Sumarno menyampaikan, perangkat desa mengucapkan terima kasih atas sikap Perindo yang ikut andil dalam mencegah penyebaran jentik nyamuk di daerah yang dihuni 1.150 kepala keluarga (KK) ini.

(Baca Juga : Tak Cukup Alat Pendeteksi Bencana, Rescue Perindo Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan)

Ia mengatakan, meski dianggap sepele, fogging sejatinya dapat mencegah penyebaran jentik nyamuk DBD dan malaria.

"Fogging dianggap sepele, tapi manfaatnya sangat besar. Kami mengucapkan terima kasih," pungkas Sumarno.

(Baca Juga : Latih Pembuatan Pupuk Organik, Perindo Gunungkidul Dukung Kemandirian Ekonomi)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini