Janji Politisi Sulit Dibawa ke Ranah Hukum

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 19:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 14 605 2004386 janji-politisi-sulit-dibawa-ke-ranah-hukum-Z7BreGVp4f.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Tahun politik tentu membuat seluruh politisi mengobral janji. Beberapa di antaranya menyerang pernytaan lawan politiknya yang dinilai tak sesuai dengan realita.

Dengan adanya fenomena tersebut, polisi jadi tujuan beberapa dari mereka untuk melaporkan tudingan yang dianggap merugikan. Aksi saling lapor pun tak terelakkan.

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mendukung jika ada pihak yang ingin melaporkan hal tersebut. Termasuk laporan pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menuding Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan kebohongan berkelanjutan.

Namun, Ray memandang kebohongan di ranah politik berbeda dengan kebohongan di ranah hukum. Artinya, bohong tidaknya politisi, tak bisa begitu saja diperkarakan.

"Misalnya DPR bikin janji mau bikin ini tapi enggak direalisasi, enggak bisa dihukum. Jadi ini dua hal yang berbeda," ujar Ray, Senin (14/1/2019).

Ray Rangkuti

(Baca Juga: Prabowo Akan Pidato Indonesia Menang Malam Ini)

(Baca Juga: Survei Y-Publica: Perindo Berpeluang Tembus Ambang Batas Parlemen Pemilu 2019)

Menurut Ray, apa yang terjadi saat ini dikarenakan partai besar mulai kehilangan gagasan, lalu anti terhadap kritik dari PSI.

"Sebagai partai, PSI sangat bagus karena dia menunjukkan gagasan baru identitas baru dengan ideologi yang lebih jelas. Tidak seperti partai besar saat ini," kata Ray.

Dia meminta PSI tak perlu ciut nyali karena ancaman tersebut. Sebab, Ray memandang partai tersebut memiliki dasar kuat dalam bersikap. "Enggak apa-apa. Saya kira PSI punya data yang cukup," kata Ray Rangkuti.

Sebelumnya, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahaean mengancam akan memperkarakan Ketum PSI Grace Natalie. Grace dituding melakukan kampanye hitam dengan menyebut Prabowo melakukan pertunjukan kebohongan.

"Ini yang harus disadari Grace. Bahwa jika suatu saat nanti kita mulai jenuh dengan tingkah lakunya, dia akan kita pidanakan dengan kampanye hitam. Ini sudah masuk kampanye hitam, menuduh itu kampanye hitam," tandas Ferdinand.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini