Gelar Tes Baca Alquran, Ikatan Dai Aceh: Untuk Meredam Pertikaian Pilpres 2019

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Senin 14 Januari 2019 19:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 14 605 2004405 gelar-tes-baca-alquran-ikatan-dai-aceh-untuk-meredam-pertikaian-pilpres-2019-7Wzo651oRH.jpeg Ketua Ikatan DAI Aceh Tgk Marsyuddin Ishak (Foto: Sarah Hutagaol)

JAKARTA - Ketua Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin Ishak mengatakan, tujuannya menginisiasi tes baca Alquran untuk calon presiden dan wakil presiden untuk meredam pertikaian. Sebab, politik identitas masih mengemuka di Pilpres 2019

Marsyuddin Ishak juga melihat persaudaraan Islam mulai bobrok, yakni terlihat ketika banyak umat yang mengaku paling Islam dan dengan mudah mengkafirkan orang lain. Bahkan, ada pernyataan akan masuk surga apabila milih si anu, dan masuk neraka apabila milih si anu.

“Sebelum ide ini muncul, kita ketahui bersama, politik identitas sedang dijalankan. Sadar atau pun tidak, setuju atau pun tidak, ini sedang dijalankan,” ujar Tgk Marsyuddin saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).

(Baca Juga: Ikatan Dai Aceh: Surat Al Fatihah Jadi Materi Utama Tes Baca Alquran untuk Capres-Cawapres)

Capres-Cawapres

Berbagai macam fenomena tersebut muncul pertikaian yang terjadi di antara masyarakat. Sehingga, Ikatan Dai Aceh berinisiatif melakukan tes baca Alquran untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Nah, ini yang berkembang di masyarakat membuat masyarakat menjadi susah, saling terjadi pertikaian di masyarakat. Nah karena itu, maka muncul inisiatif dari kami bahwa ayo kita bikin tes baca Alquran bagi kedua paslon biar kita tahu mampu atau tidak kan begitu,” tuturnya.

(Baca Juga: Janji Politisi Sulit Dibawa ke Ranah Hukum)

Marsyuddin Ishak berharap, dengan diselenggarakannya tes baca Alquran dapat meredam keributan di tengah masyarakat, dan meredam aksi saling mengkafirkan orang lain.

“Nah, mungkin dari Aceh inilah yang bisa kami beri untuk meredam pertikaian, meredam saling klaim, saling mengkafirkan. Dan insya Allah ini, kami mendapat banyan dukungan dari masyarakat Aceh maupun di luar Aceh dari para tokoh santri dan ulama,” ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini