nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Bangkok Gunakan Celana Dalam dan Bra untuk Berlindung dari Asap Beracun

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 17 Januari 2019 11:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 17 18 2005649 warga-gunakan-celana-dalam-dan-bra-untuk-berlindung-dari-asap-tebal-di-bangkok-S75jgVMRq4.jpg Warga Bangkok menggunakan bra dan celana dalam untuk menutupi wajah mereka dari ancaman asap tebal yang menutupi kota. (Foto: @ViralPress)

BANGKOK – Warga Thailand menggunakan bra dan celana dalam untuk menutupi mulut dan hidung mereka saat negara itu mengalami kekurangan masker wajah di tengah kepungan asap mematikan yang melanda Ibu Kota Bangkok dalam beberapa hari terakhir. Sejak Minggu, Bangkok diselimuti oleh asap tebal yang membuat pihak berwenang mengeluarkan peringatan kesehatan dan berusaha menurunkan hujan.

Diwartakan Daily Mail, Kamis (17/1/2019), asap tebal beracun tersebut memiliki campuran partikel halus delapan kali lebih tinggi dari tingkat aman dan diperkirakan akan terus menyelimuti ibu kota sampai setidaknya sebulan ke depan. Cuaca Bangkok yang cuaca lembab dan stagnan turut mendukung terjadinya kondisi tersebut.

Di tengah kondisi itu, penjualan masker N95 yang dapat memblokir partikel dari asap tersebut telah melonjak dan sebagian besar toko kehabisan stok.

Foto: @ViralPress

Situasi yang kacau menyebabkan warga beralih ke media sosial dengan foto-foto yang menunjukkan improvisasi mereka untuk mencari solusi mengatasi kabut asap tersebut. Bra dan celana dalam telah menjadi alternatif yang populer di kalangan warganet Thailand sebagai pengganti masker.

Seorang pria terlihat dengan bra merah istrinya yang menutupi wajahnya saat dia mengendarai sepeda motor. Sementara seorang perempuan menggunakan celana dalam hijau di kepalanya untuk mencoba dan mencegah asap memasuki paru-parunya.

Otoritas Thailand mencoba mengatasi kabut asap beracun itu dengan menyemprotkan air ke udara, namun respons yang dianggap aneh itu mendapat reaksi negatif dari berbagai pihak. Warga Thailand memilih menimbun masker penutup wajah untuk melindungi mereka dari asap sedangkan dinas kesehatan menuding pemerintah tidak menyikapi ancaman kesehatan dari asap itu secara serius.

“Pihak berwenang masih tidak menyadari bahaya nyata pencemaran udara, karena mereka sangat berbeda dengan ancaman terhadap orang-orang seperti bencana dan penyakit, yang dapat membunuh orang secara instan,” kata Dosen Medis dari Universitas Chiang Mai, Rungsrit Kanjanavanit.

Indeks kualitas udara PM2.5 (AQI) di beberapa bagian Kota Bangkok mencapai 394 mikrogram per kubik - jauh melampaui batas 50 yang dapat diterima.

Partikel debu PM2.5 sangat kecil dan cukup halus untuk diserap dalam aliran darah manusia melalui paru-paru. Ini akan menyebabkan penyakit kronis seperti asma, kanker, penyakit jantung dan stroke dalam jangka panjang jika ada paparan polusi udara.

Para ahli kesehatan telah memperingatkan bahwa polusi adalah 'pembunuh diam-diam' dan bahwa pada tingkat saat ini sangat berbahaya bagi siapa pun yang melangkah keluar. Mereka mengatakan biaya perawatan orang bisa mencapai 'jutaan dolar'.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini