nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Politisi PDIP Disebut "Pintu Masuk" Duit Meikarta Mengalir ke Sekda Jabar

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 13:50 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 21 525 2007258 politisi-pdip-disebut-pintu-masuk-duit-meikarta-mengalir-ke-sekda-jabar-HeRZSQxzsz.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BANDUNG - Uang dugaan suap proyek Meikarta yang mengalir ke Sekda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa diduga didalangi anggota DPRD Jabar, Waras Wasisto. Politisi PDIP itu disebut menjadi "pintu masuk" mengalirnya duit panas itu ke kantong Sekda Jabar. 

‎Dalam kesaksiannya, Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Pemkab Bekasi, Neneng Rahmi Nuraeli mengatakan, pemberian uang terhadap Iwa Karniwa untuk pengurusan ‎Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)‎.

‎"‎Pak Henry (Sekdis Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga Pemda Bekasi) menyampaikan ke saya ada link di provinsi Pak Sekda Iwa melalui Pak Waras DPRD Provinsi Jabar dan bapak Sulaeman Kabupaten Bekasi DPRD Kabupaten," kata Neneng di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Senin (21/1/2019).

(Baca Juga: Sekda Pemprov Jabar Baru Dapat Rp900 Juta untuk Urus Proyek Meikarta)

Neneng mengatakan, negoisasi untuk bantuan pengurus RDTH oleh Sekda Iwa dilakukan di rest area tol. Pertemuannya dilakukan pada akhir 2017.

"‎Ada pertemuan terlebih dahulu, waktu itu di rest area, saya lupa KM-nya berapa. Nah, waktu itu saya diajak. ‎Adapun dalam pertemuan tersebut, dihadiri Henry Lincoln, Waras, dan Iwa (Sekda Jabar)," katanya.

Bupati Bekasi

Namun, Neneng mengaku tidak terlibat dalam pertemuan yang disebutnya untuk negoisasi pengurusan RDTR kepada Sekda Jabar Iwa Karniwa.

"Dari pertemuan tersebut, Henry sampaikan ke saya untu‎k proses RDTR meminta Rp1 miliar dalam rangka bakal calon gubernur," ungkapnya.

(Baca Juga: Bupati Neneng Mengaku Diminta Tjahjo Kumolo Muluskan Izin Meikarta)

Henry, lanjut Neneng, juga menyampaikan, untuk pengurusan proses RDTR tinggal diminta kepada pihak Meikarta. Uang yang minta Sekda Iwa, kata Neneng, diberikan melalui Sulaeman dan Waras.

‎Uangnya sendiri didapat dari pemberian Meikarta senilai Rp1,4 miliar. Pemberian uang Rp1 miliar itu dilakukan pada akhir 2017. "Rp1 miliarnya diserahkan ke DPRD kabupaten, sisa Rp400 juta. Kemudian, Rp500 juta saya mintakan ke Meikarta jadi total Rp900 juta. Teknis pemberiannya dua kali, via Pak Hendry dan Sulaeman‎," ujar Neneng.‎‎

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini