nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tragedi Truk 'Kapten Oleng' Diduga Berawal dari Permintaan Penonton

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 16:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 22 510 2007905 tragedi-truk-kapten-oleng-diduga-berawal-dari-permintaan-penonton-D0wR8qQlkf.jpg Foto: Facebook.

BANTUL - Komunitas sopir truk yang tergabung dalam Truk Mania Jogja (TMJ) menyatakan, aksi truk melaju zig-zag atau dikenal 'kapten oleng' tidak ada dalam agenda komunitas. Aksi itu merupakan inisiatif pribadi sopir.

"Dalam acara di Pantai Goa Cemara tidak ada acara trip oleng," kata Noor Kholik, salah satu anggota TMJ pusat saat dihubungi, Selasa (22/1/2019).

Selain anggota TMJ, Noor Kholik juga sebagai penasehat dalam acara Universary Truk Mania Jogja di Pantai Goa Cemara, Srigading, Sanden, Bantul, pada Minggu (20/1) sore.

Ia mengatakan acara di Pantai Goa Cemara yang diikuti sekitar 300-an sopir truk itu merupakan acara pertemuan biasa antar-pengemudi truk di wilayah DIY. Acara tersebut juga sudah mendapat izin dari kepolisian, bahkan mendapat pengawalan dari polisi.

Acara berlangsung hingga Pukul 15.00 WIB. Masing-masing sopir truk pulang. Noor Kholik tidak tahu jika dalam perjalanan pulang ada sopir truk yang melakukan aksi berbahaya tersebut. "Itu murni aksi pribadi sopir, di luar instruksi komunitas," ujar Noor Kholik.

Senada, anggota TMJ wilayah Bantul yang menurusi perizinan Universary Trukmania Joja, Saiful Bustan mengatakan, tidak ada agenda 'kapten oleng' dalam acara tersebut. Pihaknya bahkan sudah mewanti-wanti agar saat konvoi untuk tidak melakukan aksi tersebut. "Dalam acara sudah diimbau jangan melakukan aksi kapten oleng," kata Ipul, sapaan akrabnya.

(Baca juga: Viral Fenomena "Truk Oleng" di Yogya, Pengendara Motor Jadi Korban)

Ia menduga aksi 'kapten oleng' yang dilakukan Muhammad Faizal hingga mengakibatkan kecelakaan tidak murni dari sopir truk, namun juga karena permintaan warga yang menonton.

Menurut dia, saat mengadakan acara, di sepanjang jalan banyak warga yang menonton. Tidak sedikit penonton yang meminta sopir truk berjalan oleng kemudian direkam melalui telefon selular yang kemudian diunggah ke media sosial.

Dengan fenomena tersebut, sopir truk terpancing untuk melakukan aksi 'kapten oleng'. "Kalau dalam bahasa jawanya sopirnya aleman karena banyak penonton," ujar Ipul.

Kendati demikian, ia menegaskan komunitasnya melarang aksi 'kapten oleng' karena dampaknya berbahaya bagi diri sopir truk maupun pengguna jalan lain. Ipul mengimbau agar semua sopir truk tetap mematuhi aturan dan tata tertib berlalu lintas demi keamanan dan keselamatan di jalan.

Disinggung soal bantuan hukum, Ipul mengaku sebagai sesama komunitas memiliki tanggung jawab moral untuk mendampingi anggota komunitas yang berhadapan dengan hukum, meski pendampingan tersebut hanya dukungan moral. Sementara soal kunjungan ke keluarga korban, Ipul menyatakan komunitas TMJ akan berkumpul kembali hari ini untuk menentukan langkah atas kejadian kecelakaan tersebut.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini