nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tinggi Banjir hingga 2 Meter, Bupati Gowa: Status Masih Waspada

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 00:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 22 609 2008041 tinggi-banjir-hingga-2-meter-bupati-gowa-status-masih-waspada-oIUJMuR413.jpg Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. (Foto: Herman A/Okezone)

GOWA - Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengatakan, tinggi air masih stagnan di Kelurahan Pangkabinangan, Kecamatan Pallangga, Gowa. Wilayah ini paling parah terdampak banjir akibat meluapnya air Sungai Jeneberang.

Adnan mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, dan melaksanakan pembukaan pintu. Pengumuman dan imbauan mengungsi ditujukan kepada warga di kawasan Sungai Jeneberang, dari hilir aliran Bili-bili.

"Status masih waspada dilihat dari ketinggian itu tadi 1,5 meter sampai 2 meter. Kami lihat tadi rumah tenggelam di Pallangga itu banyak. Kita lakukan evakuasi, cukup parah itu di sana," kata Adnan kepada Okezone, Selasa (22/1/2019).

Banjir di Gowa. (Foto: Herman/Okezone)

Adnan mengatakan, ada 400 sampai 500 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terendam air.

"Kalau totalnya ada 400 sampai 500 KK," tuturnya.

(Baca juga: Ratusan Warga Gowa Dievakuasi, Masih Banyak yang Terjebak Banjir)

Warga yang bermukim di pinggir Sungai Jeneberang, Jalan Poros Nusa Mappala, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dievakuasi akibat banjir parah yang melanda daerah tersebut.

TNI-Polri dan SAR Gabungan melakukan proses evakuasi sejumlah warga yang terjebak dalam rumah. SAR gabungan menggunakan perahu karet mengevakuasi orang tua dan anak-anak. Mereka turun sekitar 17.30 Wita sore tadi.

Satu unit perahu kapasitas 8 sampai 10 orang digunakan mencari korban terjebak dalam rumah. Warga yang sakit dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Kampung yang paling parah terdampak banjir yakni kampung Tetebatu, Kelurahan Pangka Binanga, Kecamatan Pallangga Gowa.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini