nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Bebas, Ahok Harus Menahan "Syahwat" Terjun ke Politik

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 19:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 23 337 2008490 pasca-bebas-ahok-harus-menahan-syahwat-terjun-ke-politik-aZvvkQS0cN.jpg Foto: Sindo

JAKARTA - Basuki Tjahja Purnama alias Ahok akan menghirup udara segar pada Kamis 24 Januari 2019, dari Rumah Tahanan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Berbagai spekulasi muncul terkait masa depan Ahok usai keluar dari penjara, termasuk dorongan masuk ke pentas politik nasional dengan menjadi kader partai politik.

Menurut Presidium Gerakan Regenerasi Nasional (GRN), Heru Budi Wasesa, mantan Gubernur DKI itu seharusnya menahan 'syahwat' untuk tidak terjun dalam kegiatan politik praktis sementara waktu.

"Sebaiknya Ahok tidak masuk kedalam politik praktis dari gerbong manapun, popularitas Ahok sebagai pekerja keras profesional yang jujur dan bersih merupakan idaman segenap elemen di bangsa ini. Jadi sebaiknya Ahok pun konsisten dan independen di posisinya sebagai seorang profesional. Contoh saja antara lain, Sri Mulyani, Basuki, Susi Pudjiastuti Dan kamipun meyakini Ahok pun tidak kalah kelas dibanding mereka," kata Heru dalam keterangannya, Rabu (23/1/2019).

 (Baca juga: Ahoker: Tidak Perlu Bertemu dan Disapa, Lihat Ahok Keluar Saja Sudah Senang)

ss

Kata Heru, Ahok merupakan sebagian dari banyaknya tokoh muda yang berpotensi membenahi berbagai persoalan bangsa di masa depan. Dia adalah representasi profesionalisme murni anak bangsa, yang dapat menginpirasi seluruh lapisan generasi dari kelompok apapun atau partai manapun.

"Biarlah domain eksekutif nantinya benar-benar total dan di urus oleh para profesional yang cakap dibidangnya serta urusan partai adalah total di dalam legeslatif. Dengan demikian tidak ada ke-terwakilan partai di dalam kabinet yang dapat men-distorsi kepentingan utama dalam berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Heru pun meminta kepada partai politik agar tidak menarik-narik Ahok masuk ke dalam partai politik. Apalagi menjelang Pilpres 2019 yang sudah di depan mata. Hal ini, lanjut Heru juga membuat sistem dalam kepartaian lebih terbuka dan demokratis.

 (Baca juga: Bebas Besok, Jokowi Belum Ingin Bertemu Ahok)

Menurutnya, sistem sudah harus terbalik, bukan mereka melamar partai melainkan partai melamar mereka bukan harus sebagai anggota partai tetapi yang diusulkan oleh partai. Partai yang baik juga harus menghasilkan banyak putra bangsa yang baik di bidangnya terutama eksekutif. Dan memberi keleluasan lebih para eksekutif dari pada intervensi partai.

"Kami sebagai Gerakan Regenerasi Nasional, yang terdiri dari berbagai lapisan generasi muda kedepan tanpa membedakan suku, agama, ras, ideologi dan politik, mungkin adalah tempat yang cocok sebagai salah satu tempat untuk ahok berkiprah dan mengabdi bagi kepentingan segala lapisan. Sekali lagi welcome back Ahok. Selamat datang era penghantar regenerasi kepemimpinan bangsa. Saatnya kaum muda memimpin," pungkas Heru.

 ss

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini