Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pengacara Batasi Keluarga Abu Bakar Ba'asyir Bertemu Tamu

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Rabu, 23 Januari 2019 |20:20 WIB
Pengacara Batasi Keluarga Abu Bakar Ba'asyir Bertemu Tamu
Abu Bakar Baasyir (Foto: Okezone)
A
A
A

BOGOR - Pengacara narapidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir, Ahmad Michdan mengaku khawatir polemik pembebasan mantan pimpinam Jemaah Anshoru Tauhid (JAT) tersebut diplintir oleh sejumlah pihak.

"Kita khawatir kondisi Ustadz ini diplintir oleh banyak pihak," kata Ahmad, kepada wartawan di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu (23/1/2019).

Ahmad menambahkan, untuk mengantisipasi hal tersebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan keluarga Abu Bakar Ba'asyir agar tidak sembarang memberikan keterangan kepada orang lain.

"Untuk kita akan lakukan guidance kepada keluarga untuk tidak menerima sembaran tamu. Kalau tamu jelas, tahu tentang dakwah jadi prioritas tapi yang cuma sekedar ingin tahu itu tidak bisa," tegasnya.

Pengacara Abu Bakar Baasyir

Baca Juga: Anak Ba'asyir Tagih Janji Pemerintah soal Pembebasan

Di sisi lain, Ahmad akan terus berupaya untuk membebaskan Abu Bakar Ba'asyir serta menagih janji pemerintah terkait rencana pembebasan tanpa syarat yang ternyata hingga kini belum ada kepastian.

"Kalau dikabulkan, artinya sesuai dengan yang kita harapkan, kan itu (janji) bukan dari kita tapi mereka. Tapi kalau tidak, tentu ada aspek hukum yang akan kita lakukan. Namanya manusia kita berharap apalagi atas kemanusian itu ada di sila kedua, kalau asas kemanusiaan harusnya bisa dilakukan," tutupnya.

Baasyir

Baca Juga: Ini Kata Kalapas Gunung Sindur soal Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir

(Edi Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement