Sebelumnya Berani Beda Sikap dengan Australia, tapi Kenapa Ba'asyir Batal Bebas?

Bramantyo, Okezone · Kamis 24 Januari 2019 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 24 512 2008825 sebelumnya-berani-beda-sikap-dengan-australia-tapi-kenapa-ba-asyir-batal-bebas-AojUKn7QUr.jpg Yusril Ihza Mahendra Temui Abu Bakar Baasyir di LP Gunung Sindur, Jawa Barat (foto: Dokumentasi Pribadi Yusril)

SUKOHARJO - Batal bebasnya Ustaz Abu Bakar Ba'asyir tidak hanya mengecewakan pihak keluarga maupun keluarga besar Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, tapi juga elemen umat muslim Solo.

Sekertaris Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Ustaz Endro Sudarsono mengaku pembatalan bebasnya Ustaz Abu Bakar Ba'asyir oleh pemerintah itu penuh tanda tanya yang cukup besar.

(Baca Juga: Abu Bakar Ba'asyir Batal Bebas, Ada Desakan dari Australia?) 

Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir Bentuk Simpati Pemerintah terhadap Ulama

Endro mensinyalir, batal bebasnya Ustaz Abu Bakar Ba'asyir karena ada tekanan dari luar negeri, terutama dari Australia. Pasalnya, sejak awal, negeri kanguru itu menunjukan sikap kekhawatiran bila Ba'asyir dibebaskan.

Pasalnya, sejak Jumat 18 Januari hingga Senin 21 Januari, sikap pemerintah, mulai dari Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Luhut Binsar Panjaitan masih sama dengan apa yang diutarakan Yusril Ihza Mahendra.

"Anehnya, sikap yang tadinya berani berbeda dengan Australia, di akhir Senin malam (jelang dini hari) itu, pemerintah memusnahkan harapan keluarga. Kita sendiri juga belum tahu pasti ada apa sebenarnya," papar Endro kepada Okezone, Kamis (24/1/2019).

Syarat yang diutarakan Yusril Ihza Mahendra, bisa dikesampingkan, tiba-tiba menjadi syarat mutlak untuk kebebasan Abu Bakar Ba'asyir. Inilah yang menimbulkan tanda tanya besar. Bila syarat itu selalu dipakai pemerintah, maka pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki itu pun tidak mungkin bisa bebas.

"Jadi sejak pertama, kedua, ketigapun hingga tahun 2023 ustaz Abu tidak akan pernah bebas dan tidak ada istilah kemudian menghormati ulama, ulama tidak akan lama-lama di penjara dan tidak ada lagi pertimbangan kemanusiaan," paparnya.

 

Menurut Endro, apa yang terjadi pada Abu Bakar Ba'asyir kali ini bukanlah yang pertama dilakukan oleh pemerintah. Harapan yang sama dan akhirnya menimbulkan kekecewaan bagi keluarga juga pernah di lakukan oleh pemerintah terkait janji pembebasan Ba'asyir.

"Pertama saat Menhan Ryamizard Ryacudu sebagai utusan pemerintah pernah datang ke pondok, ketemu keluarga juga pimpinan pondok pesantren. Membahas tentang pembebasan ustaz, namun batal," paparnya.

(Baca Juga: Ba'asyir Batal Bebas, Ponpes Ngruki Sempat Didatangi Jenderal TNI) 

Padahal demi alasan kemanusian, seharusnya pemerintah memiliki kebijakan untuk mengesampingkan sebagian syarat dari bebas bersyarat Ustaz Abu Bakar Ba'asyir.

"Biarkanlah Ustaz Abu Bakar Baasyir istirahat dan beribadah dengan tenang di rumah ditemani seluruh keluarga," tegas Endro.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini