nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batal Bebas Hari Ini, Keluarga Abu Bakar Ba'asyir Pasrah

Bramantyo, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 12:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 23 512 2008233 batal-bebas-hari-ini-keluarga-abu-bakar-ba-asyir-pasrah-UJNBfwjJFv.jpg Ponpes Al Mukmin, Ngeruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Persiapkan Penyambutan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir (foto: Bramantyo/Okezone)

SOLO – Sejauh ini pihak keluarga dan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mu'min Ngurki masih terus berupaya untuk mempersiapkan acara penyambutan kebebasan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir.

Berdasarkan pantauan Okezone, spanduk penyambutan salah satu pendiri Ponpes Islam Al Mukmin, Ngurki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, terpasang di ruas jalan masuk ponpes.

(Baca Juga: Kaji Pembebasan Ba'asyir, Menkumham: Tidak Mudah Ini Barang) 

Dalam ponpes terpasang tenda berukuran besar. Tenda ini dipasang di depan masjid yang berada dalam kawasan ponpes. Selain itu, pihak ponpes telah menyiapkan katering sebanyak 1.600 pak.

Putra sulung Ustaz Abu Bakar Ba'asyir, Ustaz Abdul Rosyid Ba’asyir, mengaku telah mengikhlaskan semuanya dan mengikuti segala ketetapan Allah Swt.

"Jika ditakdirkan oleh Allah Swt, ayahnda kami dikembalikan pada pangkuan keluarga, maka itulah yang kami harapkan. Namun jika Allah berkehendak lain, sekali lagi kami menerima dengan ikhlas," papar Abdul Rosyid, Rabu (23/1/2019).

Ponpes Al Mukmin, Ngeruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Besiap Sambut Kepulangan Ustaz Abu Bakar Baasyir (Bram)	Ponpes Al Mukmin, Ngeruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, Besiap Sambut Kepulangan Ustaz Abu Bakar Baasyir (foto: Bramantyo/Okezone) 

Pihak keluarga hanya berharap Allah Swt bisa membukakan hati para pejabat dan para pemegang kebijakan di pemerintahan untuk bisa mempermudah kepulangan Abu Bakar Ba’asyir di tengah keluarga.

Pihak keluarga menghargai upaya dan bantuan untuk pembebasan Abu Bakar Ba’asyir, meski ada yang menganggap hal bermuatan politis.

"Kami tidak pikirkan masalah itu. Namun kami menghargai upaya dan usaha beliau. Karena usaha ini dasarnya adalah kemanusiaan," tegas Rosyid.

Terkait masalah pembatalan pembebasan terpidana kasus terorisme itu, informasi yang sampai pada pihak keluarga terkendala karena awalnya disampaikan pembebasan itu tanpa “syarat”.

Itu disyukuri oleh semua, pihak termasuk keluarga dan umat muslim. Namun, kemarin, ternyata ada perubahan. Pembebasan yang dimaksud adalah bersyarat.

Syaratnya adalah narapidana kasus terorisme itu harus menandatangani beberapa poin. Salah satu poinnya adalah kesetiaan pada NKRI.

Kesetiaan pada NKRI merupakan suatu perkara yang maklum. Tidak mungkin ada warga negara yang ingin terjadi sesuatu atas dirinya dan orang banyak.

"Saat itu usai bertemu dengan Ustaz ABB (Abu Bakar Ba’asyir), kepada awak media beliau sampaikan 'Saya bukan musuh negara. Dan saya tidak ingin keburukan atas negara ini," jelas Rosyid menirukan ucapan ayahnya.

(Baca Juga: Pengacara Bilang Abu Bakar Ba'asyir Pilih Dipenjara dan Tolak Bebas Bersyarat)  

"Namun jika dalam poin tersebut ditambah dengan setia untuk mengikuti peraturan-peraturan negara yang sesuai dengan aturan syariat beliau akan menerima. Poin itulah yang saat ini jadi masalah sedang diupayakan," tegasnya.

Ia meminta semua pihak menghormati keyakninan Abu Bakar Ba’asyir. Meski begitu, ia berharap, pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan positif dalam pembebasan Abu Bakar Ba’asyir.

"Harapan kami sekali lagi semoga kajian yang dilakukan oleh perintah ini menghasilkan hasil positif yang bisa menghormati hak Ustaz Abu dan beliau bisa menerima haknya dengan baik dan kembali pada kami," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini