Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Santap Nasi Boks Syukuran, 43 Warga Kota Bogor Alami Gejala Keracunan

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Kamis, 24 Januari 2019 |05:01 WIB
Santap Nasi Boks Syukuran, 43 Warga Kota Bogor Alami Gejala Keracunan
Warga Kota Bogor alami gejala keracunan. (Foto: Putra RA/Okezone)
A
A
A

BOGOR – Usai menyantap makanan berupa nasi boks, sebanyak 43 warga di Kampung Dekeng, RT 01 RW 09, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan.

Menurut seorang korban bernama Sinta (22), gejala keracunan tersebut mulai dirasakanya usai menyantap makanan nasi kotak dari acara syukuran tujuh bulanan tetangganya, sekira pukul 17.00 WIB kemarin.

"Makannya pagi tadi, tapi baru kerasa pusing, mual, muntah sore," kata Sinta, Rabu 23 Januari 2019 malam.

Dikarenakan tidak kuat, Sinta akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Ummi Kota Bogor untuk mendapat perawatan. Tidak hanya Sinta, puluhan warga yang juga memakan nasi boks tersebut juga merasakan gejala yang sama.

"Banyak yang kayak saya. Gejalanya sama kayak keracunan," jelas Sinta.

Ilustrasi korban keracunan. (Foto: Ist)

Sementara Kapolsek Bogor Selatan Kompol Rianto menjelaskan bahwa kejadian ini masih penyelidikan. Pihaknya sudah mengamankan sisa nasi kotak yang terdiri dari rendang, kentang, dan mi.

"Barang bukti yang diamankan nasi boks dan bumbu-bumbu," ucap Riyanto.

Nantinya sisa makanan tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diilakukan pemeriksaan kandungannya. Tidak barang bukti, polisi juga sudah memeriksa 10 saksi terkait peristiwa ini.

"Saksi sudah ada 10 orang yang kami periksa. Sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan," jelasnya.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement