BANDAR LAMPUNG – Partai Perindo melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah RT di Kelurahan Srengsem, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Minggu (27/01/2019).
Caleg Perindo untuk DPRD Kota Bandar Lampung Dapil 5, Rudi Dharmawan turun langsung untuk memberikan fogging kepada masyarakat.
Baca juga: Kasus DBD di kediri Tinggi, Caleg Perindo Gencar Lakukan Fogging
Rudi mengatakan, kegiatan fogging yang melibatkan sekira 60 rumah ini, dilakukan untuk mencegah wabah demam berdarah dengue (DBD) yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Hal ini juga terkait aksi nyata Perindo atas laporan dari Kecamatan Panjang terkait sudah mulai banyak anak-anak yang terkena demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas wilayah Panjang.

“Dari kecamatan banyak laporan bahwa banyak anak yang terkena DBD jadi kita adakan fogging untuk aksi nyata Perindo. Dalam satu minggu terakhir sudah ada 3 anak yang masuk rumah sakit karena terkena DBD,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (27/1/2019).
Baca juga: Warga Bekasi Tampil Bugar dan Prima dengan Senam Zumba dari Caleg Perindo
Pengasapan yang dilakukan oleh dua mesin fogging dan 4 petugas ini akan berlangsung setiap minggunya sampai terselesaikan pengasapan untuk 8 kelurahan di Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus DPC Partai Perindo Kecamatan Panjang, Caleg Perindo DPRD Kota Bandar Lampung Dapil 5, Rudi Dharmawan, SE., Ketua DPW Perindo Provinsi Lampung Jolly Sanggam, SE.
Menurut Rudi, respons warga positif dan sangat antusias atas kegiatan ini. Pasalnya, saat penyebaran formulir berlangsung, 40 hingga 60 rumah warga menyetujui pengasapan ini.
Baca juga: DPD Partai Perindo Enrekang Optimis Saksi di TPS Tak Ada yang Kosong
“Antusias, antusias. Karena waktu kita sebar form, kan orang boleh memilih untuk tidak di-fogging. Target kita tuh hari ini 2 jam hingga 3 jam untuk fogging dan kisarannya itu 40 sampai 60 rumah itu yaaa tidak ada warga yang nolak, semuanya mau difogging,” ungkapnya.
Rudi juga menyampaikan harapannya untuk ke depannya agar warga setempat bisa lebih memperhatikan kondisi lingkungan agar tidak ada tempat untuk nyamuk bersarang.
“Harapan saya, ya supaya warga lebih memperhatikan kondisi lingkungan, supaya tidak ada tempat nyamuk bersarang, nanti kita juga akan sosialisasikan juga untuk kubur barang-barang bekas yang mungkin bisa nampung air,” tuturnya.
(Fakhri Rezy)