nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

230 Anak Korban Banjir dan Longsor di Gowa Diberikan Trauma Healing

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 03:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 27 609 2010138 230-anak-korban-banjir-dan-longsor-di-gowa-diberikan-trauma-healing-e3Kf6d2f7Q.jpg Trauma healing bagi anak-anak korban banjir dan longsor di Gowa. (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

GOWA - Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial membentuk tim psikologi untuk trauma healing atau pemulihan trauma bagi anak-anak yang terkena dampak bencana banjir dan Longsor.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Anak Dinsos Gowa, Asrianty di Baruga Karaeng Pattinggalloang, Minggu (27/1/2019).

"Hari ini (Minggu) kami telah melakukan trauma healing pada sekitar 230 anak yang tersebar tiga titik yakni di SD Mangasa kurang lebih 150 anak, RPH Tamarunang sekitar 30 anak, dan BTN Bumi Batara Mawang sekitar 50 anak," kata Asrianty melalui pesan tertulisnya.

Foto: Herman/Okezone

Menurut Asrianty, trauma healing dilakukan untuk menghilangkan trauma pada anak terkait bencana. Tak hanya itu kegiatan ini juga untuk menanamkan kepercayaan diri yang sempat hilang.

(Baca juga: Data Terbaru Banjir dan Longsor Sulsel: 68 Orang Meninggal dan 7 Orang Hilang)

"Setelah bencana pasti anak anak trauma untuk balik ke rumah, apalagi dengar hujan sedikit pasti ketakutan, makanya kita adakan ini supaya anak-anak bisa menghilangkan traumanya, apalagi kita ada pembelajaran agar anak tanggap bencana," katanya.

Pihaknya juga bekerjasama dengan Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAI) Sikamaseang Kabupaten Gowa, Psikolog UNM, Lembaga Indonesia Mengabdi, Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) dari Kemensos RI untuk memberikan pembelajaran mengenai pemulihan trauma pada anak.

Foto: Herman/Okezone

"Jadi inilah yang membawa materi terhadap anak-anak, mulai dari berdongeng, bercerita, mewarnai bahkan ada reward yang diberikan supaya anak bisa lebih semangat lagi mengikuti trauma healing," jelas Asrianty.

Diharapkan trauma healing bisa memulihkan psikologi, kepercayaan diri anak-anak, serta meningkatkan siaga bencana.

Sekadar diketahui para tim psikolog akan melanjutkan pemulihan trauma di Kecamatan Tinggimoncong, Senin (28/1).

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini