nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seorang Ayah di Surabaya Tega Setubuhi Putri Kandungnya Selama 10 Tahun

Syaiful Islam, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 16:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 28 519 2010450 seorang-ayah-di-surabaya-tega-setubuhi-putri-kandungnya-selama-10-tahun-nWWdG1uGIP.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

SURABAYA - Perbuatan ayah yang satu ini sungguh tidak patut ditiru. Betapa tidak, Ali Murahman (54), warga Jalan Karang Asem, Surabaya itu tega menyetubuhi putri kandungnya sendiri selama 10 tahun lamanya. Bahkan, perbuatan bejat itu dilakukannya dua kali dalam sepekan.

Terungkapnya kasus pemerkosaan ini berawal saat korban, sebut saja Bunga (24) memberanikan diri untuk bercerita soal pengalaman pilu yang menimpanya kepada sang ibu. Bak disambar petir di siang bolong, sang ibu sangat terkejut mendengar pengakuan putri kesayangannya itu.

Tak terima dengan perbuatan bejat suaminya, ibunda korban langsung melaporkan pelaku ke polisi. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung bergerak untuk menangkap tersangka. Tersangka pun berhasil ditangkap di rumahnya tanpa perlawanan.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni mengungkapkan, kronologi peristiwa berawal dari perbuatan asusila tersangka yang mencabuli korban dengan memasukkan jari tangan ke kemaluannya saat masih berusia 13 tahun atau pada 2008 silam.

Ilustrasi Pemerkosaan

"Saat itu ibu korban sedang keluar rumah. Selanjutnya seminggu kemudian tersangka pertama kali menyetubuhi korban. Berikutnya, dilakukan berulang minimal seminggu dua kali dan semua dilakukan di rumah korban," ujar Ruth kepada wartawan, Senin (28/1/2019).

Dia menambahkan, pelaku menyetubuhi korban terakhir kali pada 21 Januari 2019. "Selama ini korban takut untuk menceritakan pada ibunya, karena tersangka selalu mengancam korban. Tersangka menyebutuhi anak kandungnya lebih dari 10 tahun," kata dia.

Pelaku asusila itu kini telah mendekam di sel tahanan Mapolrestabes Surabaya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) UU RI Nmor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini